Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tugu Perbatasan Sukabumi Rp1,9 Miliar Jadi Sorotan Warga karena Desain Kontroversial

2025-12-03 | 23:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T16:27:06Z
Ruang Iklan

Tugu Perbatasan Sukabumi Rp1,9 Miliar Jadi Sorotan Warga karena Desain Kontroversial

Tugu perbatasan antara Kota dan Kabupaten Sukabumi yang baru saja diresmikan pada Rabu, 3 Desember 2025, menuai keluhan dari masyarakat terkait sistem pencahayaannya. Proyek senilai Rp1,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini dikeluhkan karena lampu-lampunya dianggap menyilaukan dan membuat pusing mata, terutama bagi para pengendara.

Tugu setinggi 8,5 meter dengan bentangan 24 meter, yang dibangun dalam 100 hari kerja di Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, ini diharapkan menjadi ikon baru. Namun, seorang warga bernama Ahmad Herlambang mengungkapkan kekhawatirannya akan potensi kecelakaan akibat pencahayaan yang berlebihan. Video keluhan warga yang menyoroti warna lampu yang mengganggu kenyamanan visual juga beredar di media sosial. Seorang pria dalam video tersebut menyebut penglihatan menjadi ungu dan menyarankan penggunaan lampu putih di bagian tengah agar tidak menyilaukan.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto, memberikan klarifikasi. Ia membantah bahwa lampu yang dipasang berwarna ungu, melainkan biru. Sony menjelaskan bahwa masalah silau yang dirasakan sangat bergantung pada sudut pandang pengendara. Ia berargumen, jika pengendara fokus pada jalan dan tidak terus-menerus menatap lampu, silau tidak akan terjadi, "Kita jangan melihat lampu atuh, biasa saja jalan."

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menambahkan bahwa desain tugu yang mengusung filosofi "Pakujajar" (pohon pakis) ini bukan desain baru, melainkan Detail Engineering Design (DED) yang sudah ada sejak sekitar delapan tahun lalu, pada era kepemimpinan Wali Kota Achmad Fahmi. Desain ini disebut Ayep Zaki menggambarkan keseimbangan, keteguhan, dan pertumbuhan berkelanjutan, serta memperkuat identitas Kota Sukabumi. Pembangunan tugu ini merupakan bagian dari rencana pemerintah kota untuk membangun tujuh gapura ikonik di pintu masuk kota.

Proyek pembangunan tugu ini dilaksanakan oleh CV Wikan dengan masa pengerjaan 120 hari kalender, dimulai sejak 17 Juli 2025, dan ditargetkan rampung pada 17 November 2025. Pada akhir September, progresnya dilaporkan mencapai 38,2 persen, dan pada Oktober mencapai 65 persen. Meskipun demikian, peresmian tugu tersebut baru dapat dilaksanakan pada awal Desember 2025. Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan bahwa tugu perbatasan tersebut adalah simbol pintu gerbang menuju visi "Sukabumi sejahtera, adil, dan makmur".