Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pelukan Hangat Raja Solo dan Kakak: Akhir Dramatis Konflik Suksesi Kerajaan

2025-12-05 | 21:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T14:29:05Z
Ruang Iklan

Pelukan Hangat Raja Solo dan Kakak: Akhir Dramatis Konflik Suksesi Kerajaan

SURAKARTA — Sebuah momen penuh haru terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Selasa, 3 Januari 2023, ketika Sri Susuhunan Pakubuwono XIII dan adik kandungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah atau Gusti Moeng, akhirnya berpelukan setelah sempat bersitegang selama kurang lebih satu dekade dalam konflik internal keraton. Pertemuan bersejarah ini berlangsung secara tertutup di Sasana Narendra, kediaman pribadi Raja, dan menjadi titik terang bagi penyelesaian sengketa perebutan pengaruh dan permasalahan tata kelola yang membelah keraton selama bertahun-tahun.

Konflik internal di Keraton Surakarta telah berlangsung selama sekitar 10 tahun, melibatkan kubu Raja Pakubuwono XIII dan Lembaga Dewan Adat (LDA) yang dipimpin oleh Gusti Moeng. Ketegangan ini sempat memuncak dan menyebabkan terganggunya aktivitas serta citra keraton. Namun, berkat peran seorang kerabat keraton, KRAy Herniatie Sriana Munasari, kedua belah pihak akhirnya dipertemukan untuk mencari jalan damai.

Dalam suasana yang penuh emosi, Gusti Moeng menghadap sang kakak, Pakubuwono XIII, untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia juga mencium tangan Raja sebagai tanda penghormatan dan pengakuan atas kedudukan sang kakak sebagai pemimpin sah keraton. Momen ini dilaporkan sangat menyentuh, bahkan membuat Pakubuwono XIII menitikkan air mata. "Saya saudara muda. Saya datang dan sungkem ke Kangmas (Pakubuwono XIII), dalem nyuwun pangapunten (saya minta maaf)," kata Gusti Moeng, mengungkapkan niatnya untuk kembali bekerja bersama demi kelestarian keraton.

KRAy Herniatie Sriana Munasari, yang berperan sebagai penengah, mengaku membutuhkan waktu lima hari untuk menjembatani kedua kubu agar mau bertemu. Ia menyampaikan kepada Sinuhun Pakubuwono XIII bahwa Gusti Moeng adalah adiknya, dan sebaliknya, kepada Gusti Moeng bahwa Pakubuwono XIII adalah kakaknya. Upaya ini berhasil menyatukan kembali hubungan persaudaraan yang sempat merenggang.

Pertemuan rekonsiliasi ini juga disaksikan oleh permaisuri Raja, GKR Pakubuwono, serta putra mahkota, KGPAA Suryo Aryo Mustiko atau KGPAA Purbaya. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, turut mendukung penuh upaya perdamaian ini, dengan harapan bahwa revitalisasi Keraton Surakarta dapat segera direalisasikan setelah adanya komitmen bersama untuk menjaga perdamaian. Dengan pertemuan ini, diharapkan konflik yang selama ini terjadi dapat diakhiri, memungkinkan seluruh kerabat keraton untuk bersatu dan bergotong royong dalam melestarikan kebudayaan dan adat istiadat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.