:strip_icc()/kly-media-production/medias/1133883/original/064206800_1539168323-065879800_1454749829-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto2.jpg)
Dua kasus pembunuhan sadis mengguncang Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Selasa, 2 Desember 2025, dalam waktu hampir bersamaan. Peristiwa tragis ini menyebabkan ketegangan di tengah masyarakat, mendorong aparat kepolisian untuk memberlakukan status Siaga 1 dan memperketat pengamanan.
Korban pertama diidentifikasi sebagai Bonisius Gaitian, seorang pria berusia 46 tahun asal Kepulauan Aru, Maluku. Ia ditemukan tewas dengan kondisi kepala terpenggal di Jalan Poros SP 9-SP7, Distrik Iwaka, sekitar pukul 13.40 WIT. Istri korban, Surip Dorci Residay, menceritakan bahwa suaminya, yang bekerja sebagai tukang batako namun dua hari terakhir mengojek karena kehabisan bahan pasir, sempat mengantar seorang penumpang yang membawa parang. Setelah mengisi bensin, Bonisius kembali menjemput penumpang tersebut, namun tak lama kemudian, istrinya menerima kabar tragis tentang kecelakaan yang menimpa suaminya. Jenazah Bonisius Gaitian ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kepala terpisah dari tubuh yang masih berada di sepeda motornya.
Beberapa jam sebelumnya pada hari yang sama, kasus pembunuhan lain terjadi di Mimika Baru, menimpa seorang tukang ojek berinisial Jesy Kaimudin (48 tahun) yang sebelumnya disebut sebagai JK. Jesy Kaimudin ditemukan tewas akibat luka bacok serius di Lorong Amungsa Indah, Distrik Mimika Baru, sekitar pukul 14.30 WIT. Lokasi penemuan jenazah kedua juga disebutkan di lorong Gereja GBI yang terhubung ke Jalan Kantor Klasis GKI Mimika, dekat Jembatan Waker SP2, Timika.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, telah membenarkan kedua kejadian tersebut dan menyatakan bahwa tim Satreskrim dan identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga Selasa malam, penyelidikan intensif masih berlangsung untuk mengungkap motif dan mengidentifikasi pelaku. Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa penyidik tengah mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami berbagai informasi. Diduga pelaku pembunuhan Bonisius adalah satu orang, namun ada pihak lain yang membantu berdasarkan jejak yang ditemukan.
Keluarga korban menunjukkan kekecewaan dan mendesak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini. Keluarga Bonisius Gaitian dan Jesy Kaimudin bahkan membawa jenazah ke depan Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mimika, memblokade Jalan Cenderawasih sebagai bentuk desakan. Wakil Kepala Suku Aru Kabupaten Mimika, Hariyanto Laelaen, menyampaikan duka mendalam dan berharap pihak keamanan dapat segera menangkap pelaku untuk diproses secara hukum.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dua kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat Mimika untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu atau berita yang tidak benar, serta mempercayakan sepenuhnya kepada polisi untuk menuntaskan kasus ini. Patroli gabungan TNI-Polri juga ditingkatkan di wilayah Timika dan distrik pegunungan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.