Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mandor Hilang Tertimbun: Petaka Proyek Pembongkaran Bekas Sekolah Kelapa Gading

2025-12-05 | 01:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T18:34:21Z
Ruang Iklan

Mandor Hilang Tertimbun: Petaka Proyek Pembongkaran Bekas Sekolah Kelapa Gading

Sebuah proyek perataan bekas bangunan sekolah di Perumahan Bukit Gading Mediterania, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, berujung petaka pada Kamis, 4 Desember 2025. Seorang mandor proyek bernama Setiyono Muhtar, 56 tahun, dilaporkan hilang dan tertimbun reruntuhan bangunan bekas Sekolah Rising Star Institute yang ambruk saat proses pembongkaran.

Insiden tragis ini bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika Setiyono bersama rekan-rekannya sedang membongkar panel kabel di area basement. Menurut keterangan saksi, Setiyono sedang berjalan di belakang seorang pekerja lainnya sambil membawa potongan kabel menuju tangga. Tiba-tiba, bagian tangga bangunan tersebut roboh dan ambruk. Rekan kerja yang berada di depan berhasil melompat menyelamatkan diri, namun nahas, Setiyono yang berada di belakang tertimpa material reruntuhan bangunan tangga. Reruntuhan yang menimpa korban diduga berasal dari lantai tiga, jatuh hingga menjebol lantai satu dan ke area basement, di mana korban berada pada kedalaman lebih dari tiga meter.

Laporan pertama mengenai kejadian ini diterima oleh pihak berwajib sekitar pukul 12.36 WIB atau 12.40 WIB. Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, membenarkan adanya laporan bangunan roboh yang mengakibatkan satu korban tertimpa reruntuhan. Bangunan bekas sekolah tiga lantai seluas sekitar 800 meter persegi ini diketahui sedang dalam proses perataan oleh pengembang Agung Podomoro Land (APL) untuk kemudian dijual sebagai kavling. Proses pengerjaan proyek diserahkan langsung oleh pengembang kepada mandor secara perorangan, dan korban, Setiyono Muhtar, adalah salah satu mandor yang bertanggung jawab memimpin pembongkaran.

Tim gabungan dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan evakuasi. Sebanyak 54 personel pemadam kebakaran dengan bantuan alat berat seperti ekskavator dan bor beton dikerahkan untuk menyingkirkan puing-puing bangunan.

Setelah upaya pencarian yang intensif selama berjam-jam, jasad Setiyono Muhtar berhasil dievakuasi pada Kamis malam, sekitar pukul 22.34 WIB. Kasiops Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, memastikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban kemudian dibawa oleh Tim Inafis Polri ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut. Lokasi kejadian kini telah dipasang garis polisi dan sejumlah saksi telah dimintai keterangan di Polsek Kelapa Gading untuk penyelidikan lebih lanjut.