Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bencana Longsor dan Banjir Landa 8 Kecamatan Sukabumi, Dua Sekolah Ikut Terdampak

2025-12-05 | 01:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T18:41:47Z
Ruang Iklan

Bencana Longsor dan Banjir Landa 8 Kecamatan Sukabumi, Dua Sekolah Ikut Terdampak

Hujan deras disertai cuaca ekstrem pada Kamis, 4 Desember 2025, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan banjir yang melanda setidaknya sembilan kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Insiden ini mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, infrastruktur, serta fasilitas pendidikan, meskipun dilaporkan tidak ada korban jiwa.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat adanya sebelas kejadian bencana dalam sehari akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hingga sore hari. Sembilan kecamatan yang terdampak meliputi Cisolok, Gunungguruh, Cicantayan, Nagrak, Cidolog, Simpenan, Sukaraja, Kalapanunggal, dan Cibadak.

Dampak signifikan juga menimpa sektor pendidikan dengan dua sekolah dilaporkan terdampak parah. Di Kecamatan Cisolok, tembok pagar depan SMA Negeri 1 Cisolok ambruk sekitar pukul 14.30 WIB akibat derasnya hujan dan luapan air sungai. Material runtuhan segera dibersihkan oleh warga bersama aparat untuk memastikan kelancaran lalu lintas di jalur provinsi. Sementara itu, di Kecamatan Cicantayan, bangunan lantai dua Madrasah Tsanawiyah (MTS) Yaspi di Desa Cantayan juga roboh akibat kombinasi cuaca ekstrem dan dugaan struktur bangunan yang sudah lapuk.

Bencana longsor mendominasi insiden yang terjadi. Di Kecamatan Nagrak, dua titik longsor terjadi di Desa Darmareja, salah satunya di Kampung Kebon Kerep yang mengancam dua rumah warga dan merusak akses jalan gang, mengganggu aktivitas empat keluarga. Di Desa Cijulang, longsor tebing di belakang rumah menyebabkan keretakan dinding dan pondasi rumah milik Ujang Supriatna, mengancam tiga keluarga. Kecamatan Cicantayan juga mengalami longsor kebun di Kampung Lemburjami yang menimpa empat petak sawah warga dan berdampak pada empat rumah. Di Kecamatan Sukaraja, tebing depan rumah longsor akibat air hujan yang masuk ke halaman warga. Longsor juga terjadi di Kecamatan Cibadak, tempat Tembok Penahan Tanah (TPT) jalan kabupaten amblas di Kampung Cibatu Hilir, mengancam empat rumah warga dan menyebabkan penghuninya diungsikan.

Selain longsor, banjir juga melanda beberapa wilayah. Di Kecamatan Gunungguruh, luapan air Sungai Ciburial menggenangi pemukiman di Kampung Ciburial, Desa Cikujang dan Desa Gunungguruh, merendam sekitar 20 rumah dengan ketinggian air hingga 80 sentimeter, memaksa dua keluarga mengungsi. Longsor TPT dan bahu jalan juga terjadi di Kampung Neglasari, Gunungguruh. Di Kecamatan Cidolog, bagian belakang rumah Bapak Mulyadi di Kampung Cipogor roboh tergerus arus sungai setelah tebing di bawahnya longsor, karena posisi rumah yang berada tepat di tepi sungai.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa berbagai kejadian bencana ini tidak menimbulkan korban luka ataupun jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang nilai kerugiannya masih dalam proses penghitungan. Pihak BPBD telah menerjunkan tim untuk memastikan penanganan darurat berjalan dan berkoordinasi dengan dinas teknis untuk penanganan kerusakan secara permanen. Masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana seperti di kawasan tebing dan bantaran sungai.