:strip_icc()/kly-media-production/medias/5433974/original/092917400_1764908369-1000906287.jpg)
Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Kamis, 4 Desember 2025, mengakibatkan banjir parah di puluhan titik, merendam sedikitnya 39 lokasi di tiga kecamatan utama: Lowokwaru, Blimbing, dan Sukun. Ketinggian air bervariasi, mencapai hingga 1,5 hingga 1,65 meter di beberapa permukiman warga, sementara di jalan raya genangan air mencapai sekitar 80 sentimeter. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu banjir terparah yang melanda kota tersebut sepanjang tahun 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan lebat yang tinggi, yang menyebabkan peningkatan debit air pada drainase dan sungai di berbagai wilayah Kota Malang. Faktor cuaca ekstrem dan perubahan iklim, dengan curah hujan yang meningkat hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, juga disebut sebagai pemicu utama, menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air.
Dampak banjir sangat terasa di masyarakat. Sedikitnya 19 rumah warga terdampak, dengan lima di antaranya mengalami kerusakan parah, seperti jebolnya tembok rumah akibat luapan air bercampur lumpur, terutama di Jalan Sidomulyo, Kelurahan Purwodadi. Sejumlah sepeda motor dilaporkan hanyut terbawa arus di Jalan Letjend Sutoyo, dan beberapa kendaraan terjebak di genangan air tinggi seperti di Jalan Borobudur.
Selain itu, satu pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Raya Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Banjir ini juga melumpuhkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama, termasuk jalur Malang-Surabaya, serta di Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Bunga Coklat, Jalan Kalpataru, Jalan Kedawung, Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Ciliwung, dan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo.
Meskipun ketinggian air mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, banyak warga, termasuk lansia dan anak-anak, yang terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah tetangga yang lebih tinggi. Sebuah laporan juga menyebutkan adanya seorang Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat terjebak di dalam rumah di kawasan Sidomulyo II.
Sebagai langkah antisipasi dan demi keselamatan warga, Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan pemadaman listrik di wilayah yang terdampak banjir, terutama jika ketinggian air melebihi 40 sentimeter untuk mencegah korsleting dan bahaya sengatan listrik.
Tim reaksi cepat dari BPBD Kota Malang, bekerja sama dengan tim gabungan dari Dinas Pekerjaan Umum, PMI, dan Damkar, segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan, evakuasi warga, dan pembersihan setelah air mulai surut. Saat ini, BPBD masih terus melakukan pendataan dan asesmen terkait kerugian materiil akibat bencana ini. Kondisi air di sebagian besar wilayah yang terdampak banjir dilaporkan sudah surut total pada Kamis malam.