Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dua Jam Terjebak Truk, Lansia Banyuwangi Meregang Nyawa

2026-01-22 | 22:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T15:21:51Z
Ruang Iklan

Dua Jam Terjebak Truk, Lansia Banyuwangi Meregang Nyawa

Seorang pengemudi truk pengangkut pasir, Suhaili (62), warga Jalan Trunojoyo, Kecamatan Kota Banyuwangi, meninggal dunia setelah terjebak di dalam kabin truknya yang ringsek selama hampir dua jam pasca-kecelakaan beruntun di Jalan Raya Kabat, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis siang (22/1/2026). Insiden tragis yang melibatkan tiga kendaraan tersebut terjadi sekitar pukul 13.15 WIB di ruas jalan yang menghubungkan Banyuwangi-Jember, menyebabkan kemacetan parah dan menyoroti kembali urgensi keselamatan lalu lintas di wilayah tersebut.

Kecelakaan bermula ketika truk sirtu bernopol DK 8040 UY yang dikemudikan Suhaili melaju dari arah selatan. Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Andi Restu Darmawan, truk tersebut berupaya mendahului kendaraan di depannya dari sisi kiri. Namun, saat proses menyalip, sebuah sepeda motor tiba-tiba muncul dari sisi kiri, membuat pengemudi truk sirtu kaget dan membanting setir ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan. Nahas, dari arah berlawanan melaju truk bermuatan lonjoran besi bernopol P 9311 UR dan mobil Daihatsu Xenia P 1471 YG, sehingga tabrakan beruntun tidak dapat terhindarkan. Truk sirtu menabrak truk bermuatan besi, yang kemudian menumbuk mobil Xenia.

Proses evakuasi Suhaili berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu yang panjang akibat kondisi kabin truk yang ringsek parah. Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi dan Damkarmat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan ekstrikasi. Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa kondisi kendaraan yang rusak berat menjadi tantangan utama, sehingga tim bekerja maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel dan ketelitian. Setelah upaya penyelamatan intensif, korban berhasil dikeluarkan dari kabin pada pukul 16.25 WIB, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah Suhaili segera dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi, meskipun data Polresta Banyuwangi menunjukkan adanya tren penurunan. Berdasarkan rilis akhir tahun Polresta Banyuwangi, sepanjang tahun 2025 tercatat 970 kejadian kecelakaan, menurun 13,55 persen dibandingkan 1.122 peristiwa pada tahun 2024. Jumlah korban meninggal dunia juga turun dari 254 orang pada 2024 menjadi 209 orang pada 2025. Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra, dalam konferensi pers akhir tahun, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan tidak ugal-ugalan.

Kecelakaan seperti yang terjadi di Kabat ini menggarisbawahi beberapa isu krusial dalam keselamatan jalan di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Selain faktor human error seperti kelalaian dalam menyalip, kondisi infrastruktur jalan dan penegakan regulasi terhadap kendaraan berat juga menjadi perhatian. Jalur-jalur tertentu seperti rute Lidjen Banyuwangi-Bondowoso bahkan telah diberlakukan pelarangan melintas bagi truk dan pick-up bermuatan karena rawan kecelakaan akibat kondisi jalan yang ekstrem, menanjak, menurun, dan memiliki banyak tikungan tajam. Pembatasan ini menunjukkan upaya antisipasi, namun kecelakaan di jalan raya biasa masih sering terjadi.

Kejadian ini juga menyoroti kompleksitas penanganan korban terjepit dalam kendaraan. Waktu respons dan peralatan ekstrikasi yang memadai sangat menentukan harapan hidup korban. Meskipun Tim SAR dan Damkarmat telah berupaya maksimal, waktu dua jam yang dibutuhkan untuk mengeluarkan korban dari jepitan menunjukkan tantangan teknis yang besar di lapangan. Edukasi kepada masyarakat mengenai pertolongan pertama pada korban kecelakaan, terutama yang terjepit, juga krusial untuk menghindari penanganan yang salah. Pedoman dari World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI menekankan kehati-hatian dalam membebaskan korban terjepit dan pentingnya segera menghubungi petugas medis.

Di sisi lain, Polresta Banyuwangi telah menunjukkan komitmen terhadap keselamatan jalan melalui berbagai inisiatif, termasuk pengoperasian Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di beberapa titik sejak 2024 untuk memprioritaskan keselamatan pejalan kaki di kawasan sekolah. Namun, kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat dan kelalaian pengemudi tetap menjadi pekerjaan rumah besar. Peningkatan pengawasan terhadap kelaikan jalan kendaraan niaga, serta kampanye keselamatan yang lebih masif dan terarah, terutama menyasar para pengemudi profesional dan pengguna jalan lansia, menjadi esensial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.