Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Saat Libur Natal

2025-12-29 | 09:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T02:26:56Z
Ruang Iklan

Kepulauan Seribu Diserbu 5.865 Wisatawan Saat Libur Natal

Lima ribu delapan ratus enam puluh lima wisatawan membanjiri Kepulauan Seribu selama periode libur Natal, 25-27 Desember 2025, menandakan antusiasme tinggi masyarakat untuk destinasi bahari di utara Jakarta. Data Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kepulauan Seribu mencatat kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara memadati pulau-pulau di gugusan tersebut. Lonjakan jumlah pengunjung ini tercatat dari berbagai pintu masuk, dengan 3.349 wisatawan nusantara tiba dari Pelabuhan Muara Angke, 1.361 wisatawan melalui Dermaga Marina Ancol (termasuk 135 wisatawan mancanegara), 855 dari Tanjung Pasir, dan 300 dari Dermaga Cituis.

Kepala Suku Dinas Parekraf Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, menyatakan jumlah tersebut melonjak signifikan dari hari-hari libur biasa dan berharap tren positif ini berlanjut hingga puncak libur Tahun Baru. Kunjungan ini mencerminkan daya tarik Kepulauan Seribu yang terus menguat sebagai tujuan wisata bahari, dengan aktivitas favorit seperti selam permukaan (snorkeling), permainan air (watersports) seperti banana boat, kano, dan jetski, serta eksplorasi pulau-pulau berpenghuni, resor, cagar budaya, dan wisata. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, Kepulauan Seribu mencatat total 411.161 wisatawan sepanjang tahun, meningkat 1,7 persen dari 404.845 wisatawan pada tahun 2023. Pada periode pra-Natal 21 Desember 2024, jumlah wisatawan hanya mencapai 1.123 orang.

Sektor pariwisata di Kepulauan Seribu memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan bagi masyarakat lokal, menciptakan peluang kerja dan meningkatkan pendapatan. Banyak penduduk lokal beralih profesi menjadi penyedia jasa transportasi laut antarpulau, operator wisata, hingga pengelola penginapan dan kuliner. Namun, peningkatan jumlah wisatawan juga menghadirkan tantangan serius, terutama terkait kelestarian lingkungan. Kerusakan terumbu karang, pencemaran laut, dan pengelolaan sampah menjadi isu krusial yang membutuhkan perhatian. Pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, Dr. Suyud Warno Utomo, telah menekankan ancaman pencemaran di Kepulauan Seribu masih sangat nyata, terutama dari sampah plastik yang merusak estetika dan membahayakan biota laut.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu telah mengidentifikasi tantangan ini dan mengambil langkah konkret. Pihak berwenang gencar mengimbau wisatawan untuk mematuhi aturan keselamatan laut dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, Gerakan Wisata Bersih telah diaktifkan sebagai upaya meningkatkan pariwisata berkelanjutan. Pemkab Kepulauan Seribu juga sedang mengembangkan destinasi pariwisata regeneratif, dengan Pulau Untung Jawa menjadi proyek percontohan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur tetapi juga mengutamakan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini mencakup penguatan hutan mangrove dan inovasi pengelolaan sampah. Untuk perayaan Tahun Baru 2026, Sonti Pangaribuan juga menyampaikan imbauan pelarangan kembang api sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, demi keselamatan bersama dan menjaga kebersihan lingkungan. Pihaknya juga menyiapkan serangkaian acara panggung hiburan spesial dan aksi donasi untuk Sumatra di Pulau Untung Jawa, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan.