Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kematian Dosen USU Akibat Tikaman Anak Kandung, Kampus Akhirnya Bersuara

2025-12-24 | 07:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T00:11:06Z
Ruang Iklan

Kematian Dosen USU Akibat Tikaman Anak Kandung, Kampus Akhirnya Bersuara

OK Muhammad Hafiz, seorang mahasiswa semester dua Fakultas Teknik Komputer Universitas Sumatera Utara (USU) berusia 18 tahun, menikam ayahnya, Dr. Ir. Orang Kaya Hasnanda Syahputra (58), seorang Guru Besar Fakultas Kehutanan USU, hingga tewas di kediaman mereka di Jalan Aluminium III, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Medan, pada Minggu, 30 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden tragis ini diduga dipicu oleh akumulasi kekesalan pelaku terhadap korban yang kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap ibu dan adiknya.

Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo, peristiwa berdarah tersebut bermula saat korban diduga menganiaya istrinya. Hafiz, yang melihat ibunya diperlakukan kasar, berusaha melerai. Namun, emosinya memuncak, mendorongnya untuk mengambil pisau dapur dan menikam ayahnya berkali-kali. Korban mengalami lebih dari tujuh luka tusukan di bagian dada, punggung, dan perut. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong karena pendarahan hebat.

Pihak kepolisian segera mengamankan Hafiz di lokasi kejadian. Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sudah berulang kali dianiaya oleh ayahnya dan juga sering menyaksikan ibunya serta adik perempuannya yang berusia 16 tahun menjadi korban kekerasan korban. Pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 44 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Ibunda pelaku dilaporkan mengajukan permohonan penangguhan penahanan untuk anaknya, dengan pertimbangan kondisi kesehatan Hafiz yang terindikasi hepatitis dan perlunya penelusuran psikis.

Universitas Sumatera Utara (USU) menyatakan duka cita mendalam atas tragedi ini. Korban, Dr. Ir. Orang Kaya Hasnanda Syahputra, dikenal sebagai akademisi berprestasi yang ahli dalam bidang kelembagaan kehutanan dan resolusi konflik tenurial, serta figur pendidik yang berdedikasi tinggi dan rendah hati. Pihak kampus tengah memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban dan sivitas akademika yang terdampak secara emosional oleh peristiwa ini. Kejadian ini mengejutkan publik dan dunia akademik, mengingat status korban sebagai guru besar dan pelaku sebagai mahasiswa di universitas yang sama.

Peristiwa ini menyoroti permasalahan serius kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dapat berujung pada konsekuensi fatal jika tidak tertangani dengan baik. Kasus ini bukan sekadar insiden kriminal biasa, melainkan cerminan runtuhnya harmoni keluarga dan pengingat pahit bahwa kekerasan dapat lahir dari ruang terdekat, yaitu rumah sendiri. Data menunjukkan bahwa kasus KDRT masih menjadi isu krusial di Indonesia, seringkali tersembunyi di balik dinding rumah tangga dan baru terungkap setelah insiden tragis terjadi. Studi dan penanganan komprehensif terhadap akar masalah KDRT, termasuk faktor psikologis dan sosial, menjadi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Kondisi psikis pelaku yang dilaporkan normal oleh pemeriksaan awal polisi, namun dengan riwayat sakit hati akibat penganiayaan, memperkuat argumen perlunya intervensi dini dan sistem dukungan yang kuat bagi korban KDRT. Implikasi jangka panjang dari kasus ini dapat mencakup peningkatan kesadaran publik akan bahaya KDRT, dorongan untuk memperkuat mekanisme pelaporan dan perlindungan korban, serta pentingnya dukungan kesehatan mental bagi individu yang terdampak kekerasan dalam keluarga.