:strip_icc()/kly-media-production/medias/5374867/original/051780900_1759906074-IMG_0487.jpeg)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah memberlakukan rekayasa lalu lintas di tiga ruas jalan utama, yaitu Jalan Raya Mabes Hankam, Jalan Supriyadi, dan Jalan TB Simatupang. Rekayasa ini diterapkan sehubungan dengan adanya proyek pemasangan pipa distribusi air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Buaran 3 (P12) yang diperkirakan akan menyebabkan potensi kemacetan hingga Maret 2026.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menunjang kelancaran aktivitas konstruksi yang berlangsung. Pekerjaan di Jalan Raya Mabes Hankam, khususnya di Arriving Pit STA 0+000, dimulai sejak 3 Desember 2025 dan akan berlanjut hingga 5 Maret 2026. Tahap awal ini melibatkan pengerjaan di sisi trotoar dan badan jalan selebar enam meter.
Selain itu, pekerjaan juga dilakukan di Starting Pit STA 0+134 pada sisi utara Jalan Mabes Hankam dengan pelebaran kanal menjadi masing-masing 5,5 meter, serta di Arriving Pit STA 0+353 yang berlokasi di sisi selatan kolong putaran balik Kampung Rambutan. Untuk Jalan Supriyadi, pekerjaan telah dimulai sejak Oktober 2025 dan menggunakan badan jalan selebar 8-9 meter. Sementara itu, di Jalan TB Simatupang, beberapa titik pengerjaan seperti Starting Pit STA 1+770, Arriving Pit STA 1+938, dan Arriving Pit STA 2+410 juga telah berjalan, menempati area trotoar, taman, maupun badan jalan selebar 6-10 meter.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang timbul akibat banyaknya proyek galian pipa air di berbagai titik di Jakarta. Ia menegaskan bahwa proyek pipanisasi ini merupakan bagian dari upaya besar untuk menyediakan air minum berkualitas bagi seluruh warga Jakarta dengan target cakupan layanan 100 persen pada tahun 2029. Proyek ini meliputi pemasangan pipa air bersih sepanjang 7.000 kilometer.
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, juga telah meminta maaf atas gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh proyek-proyek galian ini. Beliau menjelaskan bahwa pekerjaan galian pipa akan berlangsung hingga satu sampai dua tahun ke depan dan merupakan keputusan yang tidak populer namun krusial untuk mengatasi kerawanan air bersih di Jakarta.
Meskipun demikian, PAM Jaya berkomitmen untuk meminimalkan area badan jalan yang terdampak oleh galian dan terus berupaya mencari teknologi baru serta memperbaiki metode pengerjaan untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas warga. Masyarakat diimbau untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif ketika melintas di sekitar lokasi proyek guna menghindari penumpukan kendaraan.