
Seorang pelancong Malaysia, Arief, baru-baru ini membawa keluarganya berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, secara spesifik ingin menyaksikan keanekaragaman rumah adat yang merepresentasikan budaya berbagai daerah di Indonesia. Kunjungan ini berlangsung di tengah periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), menandai daya tarik berkelanjutan destinasi budaya ini bagi wisatawan mancanegara. Arief menyatakan rasa penasarannya setelah melihat di internet bahwa TMII memiliki banyak bangunan rumah daerah, yang kemudian mendorongnya untuk mengajak keluarganya langsung mengunjungi kompleks tersebut.
Ketertarikan keluarga Arief terhadap rumah adat di TMII mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan wisatawan Malaysia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Malaysia secara konsisten menjadi kontributor terbesar kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Sepanjang tahun 2024, Indonesia menerima lebih dari 2,27 juta wisatawan Malaysia dari total 13,9 juta kunjungan wisman, menunjukkan peningkatan sebesar 19,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari 2024 saja, sebanyak 155,2 ribu wisatawan Malaysia tercatat mengunjungi Indonesia, mendominasi 16,7% dari total kunjungan. Kedekatan geografis, kesamaan budaya, serta peningkatan fasilitas pariwisata di Indonesia menjadi faktor pendorong utama tingginya angka ini. Wisatawan Malaysia juga dikenal memiliki minat tinggi terhadap wisata sejarah, kuliner, belanja, dan khususnya wisata budaya.
Taman Mini Indonesia Indah sendiri telah mengalami revitalisasi besar-besaran, yang puncaknya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada September 2023. Revitalisasi ini bertujuan mengembalikan "ruh dan semangat pembangunan TMII sebagai miniatur Indonesia," dengan mempertahankan anjungan tradisional dari 33 provinsi yang merepresentasikan identitas, kearifan lokal, dan kedalaman jiwa bangsa. TMII pasca-revitalisasi menawarkan pengalaman yang lebih nyaman dengan jalur pejalan kaki yang luas, ruang istirahat, fasilitas parkir dan toilet yang bersih, serta aksesibilitas untuk difabel. Anjungan daerah, seperti Rumah Gadang Sumatera Barat atau Joglo Jawa, dirancang untuk menampilkan harmoni antara manusia dan alam, menyelipkan filosofi serta makna mendalam.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam kunjungannya pada Juni 2025 memastikan bahwa TMII telah memenuhi tiga aspek krusial bagi wisatawan: rasa aman, kenyamanan fasilitas, dan pengalaman yang menyenangkan. Pengelola TMII menargetkan 6 hingga 10 juta kunjungan wisatawan pada tahun 2024 pasca-revitalisasi. Kunjungan wisatawan Malaysia untuk mengeksplorasi rumah adat ini bukan hanya memperkaya pengalaman pribadi, tetapi juga memperkuat posisi TMII sebagai pusat edukasi budaya dan destinasi keluarga yang signifikan. Keberadaan rumah adat yang menjadi daya tarik utama bahkan disebutkan sebagai destinasi paling diinginkan wisatawan saat liburan.
Fenomena ini menggarisbawahi potensi diplomasi budaya melalui pariwisata. TMII, sebagai etalase budaya Indonesia, memainkan peran penting dalam memperkenalkan kekayaan warisan Nusantara kepada masyarakat regional dan internasional, termasuk Malaysia yang memiliki ikatan budaya yang erat. Integrasi budaya antara kedua negara melalui pariwisata dapat memperkuat hubungan dan kerja sama di berbagai bidang, melampaui sekadar kunjungan rekreasi. Upaya TMII dalam menghadirkan atraksi seni budaya melalui komunitas seni dan panggung terbuka juga memungkinkan pengunjung untuk terlibat langsung dalam pagelaran seni dan budaya, memperdalam pemahaman mereka terhadap keberagaman Indonesia.