Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kegigihan Tim Medis Aceh: Operasi Caesar Maraton di Tengah Krisis Bencana

2025-12-05 | 01:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T18:56:26Z
Ruang Iklan

Kegigihan Tim Medis Aceh: Operasi Caesar Maraton di Tengah Krisis Bencana

Di tengah situasi darurat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, sebuah kisah heroik muncul dari RSUD Pidie Jaya pada malam Rabu, 3 Desember 2025. Tim medis dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berhasil melakukan tiga operasi caesar darurat secara beruntun, menyelamatkan nyawa ibu dan bayi dalam kondisi yang penuh tantangan.

Perjuangan tiga ibu hamil untuk bertahan hidup di rumah sakit tersebut semakin sulit karena keterbatasan tenaga medis lokal dan kondisi rumah sakit yang juga terdampak bencana. Menanggapi kondisi kritis ini, tim medis Unhas segera mengambil tindakan dengan melakukan operasi caesar karena kondisi medis pasien yang mengharuskan tindakan segera. Berkat kecepatan dan ketepatan tim, semua ibu dan bayi berhasil diselamatkan dengan baik.

Dokter spesialis anak konsultan neonatologi, Bahrul Fikri, yang terlibat langsung dalam penanganan, menjelaskan bahwa proses evakuasi dan tindakan medis berlangsung sangat dramatis. Salah satu pasien bahkan tiba di rumah sakit dengan kondisi ketuban pecah dini selama lebih dari 24 jam. Ibu pertama ditangani karena kondisi preeklampsia berat, obesitas, serta ketuban pecah dini. Pasien kedua membutuhkan operasi karena memiliki riwayat operasi caesar sebelumnya dan posisi janin letak lintang. Sementara itu, ibu ketiga juga mengalami preeklampsia berat yang memerlukan tindakan segera.

Semua bayi yang dilahirkan dilaporkan dalam kondisi stabil dengan Apgar Score 7/9. Dari tiga bayi tersebut, dua berjenis kelamin laki-laki dan satu perempuan, dengan salah satu bayi masih menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang perawatan. Secara umum, kondisi bayi baik dan langsung mendapat penanganan lanjutan sesuai prosedur.

Dokter Bahrul Fikri juga mengungkapkan bahwa sebagian tenaga medis, khususnya dokter kandungan dan dokter anak di RSUD Pidie Jaya, turut terdampak bencana banjir sehingga mengalami kelelahan. Dalam situasi ini, tim medis Unhas mengambil peran untuk mendukung pelayanan kegawatdaruratan obstetri dan pediatri di rumah sakit, memungkinkan tenaga kesehatan setempat untuk beristirahat. Kehadiran tim medis Unhas ini mendapat pujian dari Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus SpP(K) atas profesionalisme dan tanggap cepat mereka dalam penanganan kesehatan di Aceh. Selain itu, Universitas Gadjah Mada juga mengirimkan tenaga medis untuk membantu penanganan korban bencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh.

Kondisi pascabencana di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk akses menuju beberapa titik yang terputus, keterbatasan logistik medis dan ketersediaan bahan bakar, serta komunikasi dan listrik yang belum sepenuhnya pulih. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil juga mengalami stres serta trauma, membutuhkan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial yang lebih intensif.