Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kecelakaan Mencekam di Wonosobo: Truk Tronton Pembawa Keramik Hantam Tugu Pembatas

2025-12-27 | 23:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T16:15:38Z
Ruang Iklan

Kecelakaan Mencekam di Wonosobo: Truk Tronton Pembawa Keramik Hantam Tugu Pembatas

Sebuah truk tronton bermuatan keramik mengalami rem blong dan menabrak tugu pembatas di Simpang Empat Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu, 27 Desember 2025, sekitar pukul 06.15 WIB, melukai lima orang dan merusak sejumlah kendaraan serta bangunan. Insiden ini, yang terjadi di ruas jalan menurun dari arah Parakan menuju Wonosobo, memicu kembali sorotan terhadap urgensi peningkatan keselamatan lalu lintas di jalur rawan kecelakaan di wilayah tersebut.

Truk tronton bernomor polisi T-9167-PO yang dikemudikan oleh M.A.K. (29), warga Kabupaten Bandung, diduga kehilangan kendali akibat kegagalan sistem pengereman saat melaju dengan muatan sekitar 38 ton keramik. Kendaraan berat itu mulanya menyerempet sepeda motor Honda Scoopy, kemudian menghantam tugu pembatas jalan di tengah simpang, dan terus melaju hingga membentur dua sepeda motor lainnya, Yamaha Vega dan Honda Revo, yang terparkir di pinggir jalan, serta merusak sebuah toko kayu. Lima korban dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di RS PKU Muhammadiyah Kertek, dengan inisial S (65), S (49), N.F. (41), S.S., dan A.S. (13). Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa ini, dan penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kecelakaan di Simpang Empat Kertek bukan kali pertama terjadi, menandai lokasi ini sebagai titik rawan kecelakaan yang memerlukan perhatian serius. Data menunjukkan bahwa faktor kontur jalan yang menurun dan berkelok, kerap menjadi pemicu insiden serupa di Wonosobo. Pada Oktober 2025, Forum Keselamatan Lalu Lintas Kabupaten Wonosobo baru saja menggelar rapat koordinasi untuk merespons peningkatan angka kecelakaan di wilayah tersebut, dengan mengidentifikasi Simpang Empat Kertek sebagai salah satu titik rawan utama.

Kabupaten Wonosobo sendiri memiliki rekam jejak fluktuasi angka kecelakaan. Meskipun fatalitas kecelakaan sempat menurun pada tahun 2015 menjadi 8 korban meninggal dari 18 di tahun sebelumnya, jumlah kasus kecelakaan secara keseluruhan justru meningkat sebesar 29,1 persen pada tahun 2022, mencapai 333 kasus dari 293 kasus di tahun 2021. Menanggapi tren ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menyusun Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RAK LLAJ) Tahun 2024-2029 melalui Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2024, yang bertujuan untuk menurunkan jumlah dan rasio fatalitas kecelakaan. Upaya perbaikan infrastruktur jalan juga terus digalakkan, dengan anggaran mencapai Rp 111 miliar pada tahun 2024 dan Rp 67 miliar untuk 37 titik jalan serta 5 jembatan pada tahun 2025.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum beroperasi. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Wonosobo AKP Seno Hartanto juga menekankan pentingnya pengemudi melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem pengereman. Dinas Perhubungan Wonosobo memiliki tugas dan fungsi dalam mengendalikan operasi angkutan barang serta menyelenggarakan pengawasan keselamatan transportasi, termasuk audit laik jalan dan pemeriksaan teknis sarana. Kejadian ini menjadi pengingat kritis akan kompleksitas tantangan keselamatan jalan di daerah berbukit dan kebutuhan akan penegakan regulasi angkutan barang yang lebih ketat, terutama terkait dengan kapasitas muatan dan kondisi kendaraan.