Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bandung Dibanjiri Penumpang Kereta Api di Libur Nataru

2025-12-27 | 23:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T16:22:13Z
Ruang Iklan

Bandung Dibanjiri Penumpang Kereta Api di Libur Nataru

Bandung menyaksikan lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api yang tiba menjelang periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat lebih dari 130.231 penumpang tiba di wilayah tersebut dalam sepekan, terhitung sejak 18 hingga 24 Desember 2025. Gelombang kedatangan ini menegaskan kembali posisi Jawa Barat, khususnya Bandung, sebagai destinasi utama yang menarik wisatawan maupun pemudik akhir tahun, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai kapasitas infrastruktur dan keberlanjutan sektor pariwisata regional.

Angka tersebut mencerminkan peningkatan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi pilihan, khususnya pada momen liburan. Manajer Humasda PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyatakan bahwa tingginya arus kedatangan ini menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong menjadi simpul utama kedatangan, dengan Stasiun Bandung melayani 43.444 penumpang dan Stasiun Kiaracondong 22.143 penumpang dalam periode tersebut. Peningkatan juga terlihat di stasiun penyangga seperti Cianjur dan Tasikmalaya, yang mencatat 11.612 dan 10.811 penumpang.

Fenomena lonjakan penumpang ini bukan hal baru. Pada periode Nataru 2024/2025 sebelumnya, Daop 2 Bandung mencatat 137.523 pelanggan terangkut ke berbagai tujuan di Pulau Jawa antara 19-26 Desember 2024, dengan puncak keberangkatan mencapai 20.004 orang pada 22 Desember 2024. Secara keseluruhan, periode Nataru 2024/2025 melihat total 676.783 penumpang kereta jarak jauh dan lokal di Daop 2 Bandung, meningkat empat persen atau 18.031 pelanggan dibandingkan periode Nataru 2023/2024. Okupansi keberangkatan kereta selama 13 hari masa angkutan Nataru 2024/2025 menembus 92,4 persen dari total 285.552 tiket yang tersedia. Wakil Presiden Direktur Corporate Communication KAI Anne Purba pada saat itu juga menyoroti bahwa tujuan favorit pelanggan dari Daop 2 Bandung meliputi Gambir, Yogyakarta, Pasar Senen, Kutoarjo, Lempuyangan, Surabaya Gubeng, Bekasi, Solo Balapan, Jatinegara, dan Kroya.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang terus berulang, KAI Daop 2 Bandung telah menyiapkan rata-rata 12.782 tempat duduk per hari untuk periode Nataru 2025/2026, dengan total kapasitas 230.076 tempat duduk dari 24 perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk empat perjalanan tambahan yang menyediakan 44.280 kursi ekstra. Empat perjalanan tambahan tersebut mencakup relasi Bandung – Solo Balapan, Kiaracondong – Surabaya Gubeng, dan Kiaracondong – Kutoarjo. Secara nasional, KAI Group menyediakan kapasitas angkut sebesar 49.635.448 tempat duduk, meningkat 8,9 persen dari tahun sebelumnya, dengan 40.493 perjalanan kereta api. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen KAI terhadap tiga prinsip utama: keselamatan, keandalan, dan pelayanan prima. Langkah mitigasi juga telah dilakukan dengan mengidentifikasi 131 titik jalur rawan banjir dan longsor, serta melakukan perbaikan seperti meninggikan posisi rel di area Kaligawe.

Daya tarik Bandung sebagai destinasi wisata, pusat kuliner, dan kota transit menjadi pendorong utama lonjakan ini. Integrasi moda transportasi, termasuk layanan Kereta Cepat Whoosh dan kereta api feeder, semakin memudahkan aksesibilitas menuju Bandung, sehingga memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat dan mendorong pergerakan roda ekonomi di berbagai wilayah. Hingga November 2025, Kereta Cepat Whoosh telah melayani 5.588.946 pelanggan, dengan penumpang KA Lodaya yang menghubungkan Bandung-Solo Balapan mencapai 644.336 pelanggan selama Januari-November 2025.

Namun, lonjakan penumpang yang masif juga membawa implikasi. Selain potensi kepadatan di stasiun dan dalam kereta, tekanan pada infrastruktur kota Bandung, mulai dari akomodasi hingga lalu lintas lokal, berpotensi meningkat. Sementara KAI telah berupaya meningkatkan kapasitas dan pelayanan, termasuk menyediakan diskon tarif 30 persen untuk tiket kereta api ekonomi komersial yang telah terjual 54 persen dari total kuota 1,5 juta kursi per 23 Desember 2025, manajemen lonjakan ini memerlukan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah Jawa Barat dan pelaku industri pariwisata harus siap menghadapi dampak ekonomi positif dari kedatangan wisatawan, sekaligus mengelola tantangan operasional dan lingkungan yang muncul dari kepadatan tersebut. Ke depan, perencanaan yang adaptif dan berkelanjutan akan krusial untuk memastikan Bandung tetap menjadi destinasi favorit tanpa mengorbankan kualitas hidup warga dan kelestarian lingkungan. Kuswardojo mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui kanal resmi KAI dan datang lebih awal ke stasiun guna menghindari keterlambatan.