:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434511/original/057293800_1764930107-Konferensi_Pers_Jogjarockarta.png)
Setelah delapan tahun lamanya mengguncang panggung musik rock tanah air, JogjaROCKarta Festival (JRF) dipastikan akan menggelar edisi terakhirnya pada 6 hingga 7 Desember 2025 di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Perhelatan pamungkas ini menandai akhir dari sebuah perjalanan festival yang telah menempatkan Yogyakarta sebagai mahkota musik rock Indonesia.
Anas Alimi, Founder Rajawali Indonesia selaku penyelenggara JRF, dalam konferensi pers pada Jumat (5/12/2025), menyampaikan bahwa keputusan ini diambil karena pihaknya "tidak ingin melawan waktu" dan ingin mengakhiri perjalanan festival ini dengan sebuah penghormatan. Ia juga mengungkapkan permintaan maaf karena belum bisa mewujudkan mimpi besar untuk membawa band-band rock dunia seperti Iron Maiden atau Mötley Crüe ke Yogyakarta.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2017, JRF telah melalui berbagai tantangan, termasuk saat debutnya yang harus memindahkan lokasi dari Candi Prambanan ke Stadion Kridosono hanya dalam waktu 20 jam menjelang pertunjukan karena masalah perizinan. Anas Alimi menyebut momen tersebut sebagai "proyek Bandung Bondowoso yang berhasil kita jalankan".
Edisi terakhir JRF 2025 mengusung tema "The Majesty of Rock, Crowned in Jogja", yang bertujuan sebagai bentuk penghormatan terhadap kemegahan, semangat, dan warisan panjang tradisi musik rock lintas generasi yang berakar kuat di Kota Budaya ini. Festival ini akan menyajikan jajaran penampil lintas generasi dan benua. Beberapa nama besar yang dipastikan akan menghentak panggung Kridosono antara lain Anthrax (thrash metal, AS), Ugly Kid Joe (alternative metal, AS), The HU (folk metal, Mongolia), dan Loudness (heavy metal, Jepang). Selain itu, sejumlah band rock legendaris dan baru dari Indonesia seperti Jamrud, Andromedha, Rolland Band, Kaisar, Rebellion Rose, Usman and The Blackstones, Marjinal, The Panturas, dan Infernal Lamentations juga akan turut memeriahkan. Sayangnya, Helloween yang sebelumnya dijadwalkan tampil, harus membatalkan keikutsertaannya karena kondisi kesehatan vokalis mereka, Michael Kiske.
Selama tujuh tahun perjalanannya, JRF telah berhasil menghadirkan berbagai raksasa musik dunia seperti Dream Theater, Megadeth, Xtreme, Scorpions, Whitesnake, Inflames, Sepultura, dan Overkill, yang selalu disambut antusias oleh para pecinta musik keras dari seluruh Indonesia.
Untuk edisi penutup ini, JRF juga menghadirkan sejumlah program istimewa, di antaranya JogjaRIDEkarta, program Band Submission yang memberikan kesempatan kepada dua grup terpilih dari kompetisi nasional, yakni ZEALOUS (Manado) dan BIAS (Jogja), serta Visual Competition. Sebagai bentuk kepedulian sosial, JRF juga akan melelang salah satu gitar milik gitaris Anthrax, Scott Ian Rosenfeld, yang hasilnya akan disumbangkan untuk korban banjir di Sumatera Barat dan Aceh.
Tovic Raharja, CEO Rajawali Indonesia, menambahkan bahwa pihaknya menggandeng Dwiky KA, seorang ilustrator dan visual artist asal Surabaya, untuk menciptakan identitas visual edisi pamungkas JRF, agar festival ini tidak hanya terdengar lewat musik tetapi juga terlihat lewat visual yang apik. Tovic juga menekankan bahwa JRF sejak awal bukan hanya soal festival musik, melainkan juga pertemuan dan peristiwa kebudayaan. Whitfield Crane dari Ugly Kid Joe juga menyampaikan harapannya agar JogjaROCKarta tetap menjadi ruang apresiasi bagi musik keras.
Meski akan memasuki masa hiatus tanpa batas waktu, JogjaROCKarta 2025 diharapkan menjadi penutup yang monumental, sebuah pesta musik keras yang tak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga melahirkan babak baru bagi musisi muda.