Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jabar dalam Siaga Merah: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor

2025-12-05 | 06:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T23:52:17Z
Ruang Iklan

Jabar dalam Siaga Merah: Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang mengintai wilayah Jawa Barat, dengan prakiraan hujan lebat disertai petir dan angin kencang hingga pertengahan Desember 2025, bahkan berlanjut hingga awal tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Jawa Barat diprediksi akan menghadapi dua periode puncak musim hujan, yaitu pada Desember 2025 dan kembali pada Februari-Maret 2026. Kondisi ini dipicu oleh dinamika atmosfer global hingga lokal, termasuk anomali suhu muka air laut dan aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial serta Gelombang Kelvin, yang secara signifikan memperkuat pembentukan awan hujan. Akibatnya, curah hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di berbagai daerah.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan. Status Siaga Darurat Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, Gelombang Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor Tahun 2025/2026 telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025, yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar, Teten Ali Mulku Engkun, menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah mitigasi dasar. Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyumbat aliran air dan memperparah risiko banjir. Warga diminta untuk secara aktif memastikan saluran air, selokan, dan drainase di lingkungan mereka bersih dan berfungsi dengan baik. Selain itu, masyarakat diimbau untuk rutin memantau kondisi sekitar saat hujan deras berkepanjangan dan memanfaatkan aplikasi InaRISK Personal untuk mengetahui tingkat kerawanan wilayah mereka.

Beberapa daerah di Jawa Barat diidentifikasi sangat rentan terhadap bencana. Kabupaten Bogor, misalnya, tercatat mengalami 29 kejadian banjir sepanjang tahun 2024. Sementara itu, daerah yang rawan longsor meliputi Kabupaten Bogor, Purwakarta, Subang, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Tasikmalaya. Kerusakan lingkungan, termasuk degradasi hutan dan penambangan ilegal, juga disebut oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat sebagai faktor signifikan yang memperparah risiko bencana di provinsi ini.

Untuk periode 5 hingga 7 Desember 2025, BMKG memproyeksikan potensi hujan lebat dengan intensitas 50-100 mm/hari akan terjadi secara bergilir di berbagai wilayah. Pada Jumat, 5 Desember 2025, hujan lebat berpotensi mengguyur Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan. Kota Bogor diprediksi mengalami hujan sedang. Kewaspadaan perlu ditingkatkan pada Sabtu, 6 Desember 2025, di Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Cirebon, Majalengka, dan Kuningan, dengan Kota Bogor bahkan diprakirakan mengalami hujan petir. Pada Minggu, 7 Desember 2025, hujan lebat diperkirakan melanda Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Cianjur, Karawang, Purwakarta, Subang, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten dan Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Majalengka, serta Cirebon.

Insiden banjir telah terjadi pada akhir November 2025, tepatnya pada Minggu, 30 November, di Kecamatan Parungpanjang, Desa Cibunar, Kabupaten Bogor, akibat hujan deras yang menyebabkan luapan Sungai Cibunar dan berdampak pada 74 keluarga atau 222 jiwa. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan di tengah ancaman cuaca ekstrem.