:strip_icc()/kly-media-production/medias/3336292/original/057238500_1609250880-20201229-Jalan-Tahun-Baru-10.jpg)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya akan memberlakukan skema penutupan jalan dan rekayasa lalu lintas besar-besaran atau dikenal sebagai Car Free Night (CFN) di jantung ibu kota pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, membentang dari Patung Kuda Arjuna Wijaya hingga Bundaran Senayan, akan ditutup total untuk kendaraan bermotor mulai Rabu, 31 Desember 2025, pukul 18.00 WIB, hingga Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Kebijakan ini diterapkan untuk mengakomodasi perayaan Tahun Baru yang ramah pejalan kaki dan memastikan keamanan serta kelancaran mobilitas warga di pusat keramaian.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menegaskan bahwa penutupan jalan ini mencakup ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan lanjut ke Jalan Merdeka Barat. Seluruh kendaraan dilarang melintas guna mendukung kelancaran perayaan dan keamanan publik. Syafrin mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan transportasi umum yang telah disiapkan. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut penutupan jalan ini bukan bagian dari program Car Free Night secara harfiah, melainkan upaya pengaturan lalu lintas di ruas-ruas jalan protokol yang menjadi pusat kegiatan perayaan.
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan rute alternatif, rekayasa lalu lintas telah disiapkan. Kendaraan dari arah timur menuju barat dapat dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto. Pengendara dari selatan menuju timur diarahkan melalui Jalan Tendean hingga MT Haryono. Dari arah utara, seperti kawasan Gajah Mada atau Hayam Wuruk, kendaraan akan diputar melalui Jalan Juanda, Suryopranoto, Balikpapan, dan Tomang. Bagi kendaraan dari Bendungan Hilir dan Karet, disarankan menggunakan Jalan Layang Non Tol (JLNT) untuk menuju wilayah timur seperti Jalan Prof. Hamka, Kasablanka, Tebet, dan Kampung Melayu.
Polda Metro Jaya, melalui Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Ditlantas Kompol Robby Hefados, memastikan pengerahan hampir 800 personel gabungan dari Ditlantas, Satlantas wilayah, dan Polres setempat untuk menjaga kelancaran lalu lintas, keamanan pejalan kaki, dan penertiban parkir liar selama perayaan. Secara keseluruhan, Operasi Lilin melibatkan sekitar 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP. Dinas Perhubungan DKI Jakarta sendiri menyiagakan total 2.500 personel untuk pengamanan dan pelayanan selama periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Sebanyak delapan panggung hiburan akan tersebar di sepanjang area Car Free Night, dari Bundaran Patung Kuda hingga Bundaran Senayan, termasuk di Lapangan Banteng, kawasan Thamrin, Sarinah, Bundaran HI, Dukuh Atas BNI 46, Semanggi, SCBD, dan FX Sudirman. Monumen Nasional (Monas) tidak lagi dijadikan lokasi perayaan tahun baru. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno telah menyatakan bahwa perayaan tahun baru kali ini tidak akan dimeriahkan dengan pesta kembang api, sebagai bentuk penghormatan dan empati terhadap daerah-daerah yang sedang mengalami bencana.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, layanan transportasi publik seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta akan beroperasi hingga dini hari, dengan MRT beroperasi hingga maksimal pukul 02.00 WIB. Transjakarta juga akan melakukan penyesuaian layanan, dengan 14 koridor utama beroperasi normal 24 jam dan beberapa rute strategis diperpanjang hingga pukul 02.00 WIB. Sebanyak 31 rute Transjakarta akan disesuaikan karena penutupan jalan. Kantong parkir di sekitar Bundaran HI ditiadakan untuk mencegah penumpukan kendaraan. Selain itu, kebijakan ganjil genap di Jakarta tidak akan diberlakukan pada 1 Januari 2026, mengingat tanggal tersebut adalah hari libur nasional.
Penerapan Car Free Night telah menjadi strategi rutin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengelola kerumunan massa pada malam pergantian tahun. Kebijakan ini, yang telah dievaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, bertujuan tidak hanya untuk melancarkan perayaan tetapi juga mempromosikan penggunaan transportasi publik dan menciptakan ruang publik yang inklusif bagi pejalan kaki. Kendati terjadi penyesuaian signifikan pada lalu lintas, upaya ini dipandang esensial untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan publik di salah satu titik perayaan terbesar ibu kota.