Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ayah Pemberani di Pantai Drini: Duel Sengit Lawan Arus Selamatkan Buah Hati

2025-12-30 | 20:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T13:38:23Z
Ruang Iklan

Ayah Pemberani di Pantai Drini: Duel Sengit Lawan Arus Selamatkan Buah Hati

Seorang ayah di Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan putranya yang terseret arus kuat saat bermain air pada Senin siang, 29 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB. Peristiwa dramatis ini menyoroti kembali bahaya arus pecah atau rip current yang kerap mengancam keselamatan wisatawan di pesisir selatan Jawa, khususnya di Pantai Drini yang dikenal memiliki arus kuat.

Suyanto, seorang operator perahu kano dan warga setempat yang menyaksikan langsung kejadian, menuturkan bahwa insiden bermula saat ombak cukup besar dan tiba-tiba seorang anak terseret arus ke tengah. Ayah anak tersebut langsung berupaya meraih dan menyelamatkannya. Warga dan petugas di lokasi dengan sigap ikut bergerak membantu menarik keduanya ke tepi pantai. Anak dan orang tua tersebut dinyatakan selamat, hanya mengalami luka lecet ringan akibat terkena batu karang.

Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Baron, Surisdiyanto, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan bahwa saat itu kondisi gelombang laut sedang pasang dengan ketinggian sekitar 1 hingga 2 meter, membuat air laut terlihat lebih tinggi dari biasanya. Insiden ini bukan kasus terisolasi di Pantai Drini. Pantai yang indah ini, meskipun menarik puluhan ribu wisatawan setiap libur panjang, memiliki potensi rip current yang berbahaya dan sering tidak terlihat.

Sebagai konteks historis yang signifikan, pada 28 Januari 2025, Pantai Drini menjadi saksi tragedi ketika 13 siswa SMPN 7 Mojokerto terseret ombak, mengakibatkan tiga di antaranya meninggal dunia dan satu sempat dinyatakan hilang. Insiden fatal tersebut juga disebabkan oleh rip current, di mana para siswa bermain di area palung atau jalur kapal yang merupakan zona berbahaya, meskipun telah berulang kali diimbau oleh petugas untuk tidak bermain ke tengah. Dosen Departemen Teknik Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ir. Wahyudi, M.Sc, menjelaskan bahwa arus rip adalah fenomena alam yang berpotensi sangat mematikan, sering tidak terlihat, namun sangat kuat menarik siapa saja ke tengah laut. Dosen Sekolah Vokasi UGM, Hendy Fatchurohman, menambahkan bahwa Pantai Drini memiliki rip current dengan tipe menetap yang dapat muncul saat kondisi gelombang cukup besar.

Menyusul tragedi Januari 2025, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta berencana menerapkan aturan wajib penggunaan pelampung (life jacket) bagi wisatawan yang berenang di Pantai Selatan untuk meningkatkan keselamatan. Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menyatakan bahwa kebijakan ini sedang dalam pembahasan dan bertujuan meminimalkan risiko kecelakaan laut. Pengawasan akan melibatkan Satlinmas Rescue Istimewa, kelompok sadar wisata, nelayan, dan masyarakat sekitar. Pihak berwenang juga menekankan pentingnya peran pelaku wisata dalam memberikan edukasi mengenai rip current, yang dianggap lebih efektif mengingat keterbatasan jumlah petugas pengawas, terutama saat lonjakan wisatawan.

Data kunjungan wisatawan ke Gunungkidul menunjukkan bahwa selama sepekan terakhir libur Natal dan Tahun Baru 2026, tercatat 124.054 orang mengunjungi berbagai objek wisata, dengan Pantai Drini menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Supriyanta, menyebut Pantai Drini mengalami peningkatan kunjungan signifikan karena hadirnya wahana buatan Drini Park. Kebijakan tiket terusan Rp 15 ribu per orang yang memungkinkan akses ke hingga 23 pantai juga menjadi faktor pendorong tingginya kunjungan. Namun, tingginya angka kunjungan ini berbanding lurus dengan peningkatan risiko kecelakaan jika kewaspadaan terhadap bahaya rip current diabaikan.

Pentingnya mematuhi rambu-rambu keselamatan, termasuk bendera merah yang menandai batas aman berenang, terus disuarakan oleh petugas. Upaya mitigasi dan sosialisasi kepada seluruh pengunjung melalui seminar atau edukasi lapangan ditekankan sebagai langkah krusial untuk mencegah terulangnya korban jiwa. Insiden heroik seorang ayah di Pantai Drini ini menjadi pengingat tegas akan urgensi kesadaran kolektif dan implementasi kebijakan keselamatan yang ketat demi melindungi nyawa wisatawan di tengah daya tarik pariwisata bahari Yogyakarta.