Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gunung Ibu Meletus, Status Waspada! Warga Sekitar Wajib Tahu Panduan Keselamatan Ini

2025-12-21 | 17:59 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-21T10:59:06Z
Ruang Iklan

Gunung Ibu Meletus, Status Waspada! Warga Sekitar Wajib Tahu Panduan Keselamatan Ini

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi pada Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 09:30 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status gunung setinggi 1.325 meter di atas permukaan laut ini pada Level II (Waspada), menyusul serangkaian letusan yang intensif selama sepekan terakhir.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Darsono H. Muhammad Nur, melaporkan kolom abu teramati setinggi 600 meter di atas puncak, berwarna kelabu tebal, dan condong ke arah timur laut serta timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 36 detik. Sebelumnya, pada Sabtu, 20 Desember 2025, Gunung Ibu juga erupsi pada pukul 21:14 WIT dengan tinggi kolom abu 400 meter.

PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu, serta pengunjung dan wisatawan, untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Zona perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara juga harus dihindari. Hujan abu vulkanik menjadi potensi ancaman. Oleh karena itu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan kacamata sebagai pelindung.

Secara historis, Gunung Ibu dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan letusan pertama tercatat pada tahun 1911. Sejak tahun 2008, gunung ini mengalami periode erupsi yang berkelanjutan, menghasilkan kubah lava yang terus tumbuh dan bahkan telah melebihi dinding kawah, menyebabkan guguran lava ke arah utara dan barat laut. Tahun 2025 sendiri mencatat 2.688 letusan Gunung Ibu, menjadikannya gunung api dengan jumlah erupsi terbanyak kedua di Indonesia setelah Gunung Semeru.

Meskipun letusan yang terjadi pada awal Desember 2025 dilaporkan tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas warga di Halmahera Barat, situasi ini menuntut kewaspadaan berkelanjutan dari seluruh pihak. Erupsi rutin ini, meski umumnya berskala kecil, berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan dan infrastruktur lokal akibat hujan abu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu untuk memantau perkembangan dan memastikan kesiapsiagaan.

Implikasi jangka panjang dari aktivitas vulkanik yang persisten ini mencakup perlunya adaptasi masyarakat terhadap risiko bencana. Edukasi mitigasi bencana, penyediaan masker dan kacamata, serta kesiapan jalur evakuasi menjadi krusial. Pemerintah daerah dan PVMBG secara konsisten mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, tidak termakan hoaks, dan hanya mengikuti informasi resmi guna menjaga kondusivitas wilayah.