:strip_icc()/kly-media-production/medias/5434670/original/000583100_1764941567-WhatsApp_Image_2025-12-05_at_13.44.12.jpeg)
Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas'ud, atau yang akrab disapa Harum, menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kunci utama untuk memajukan daerah, dan inisiatif ini harus dimulai dari desa. Menurutnya, internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan infrastruktur dasar yang menentukan kemajuan suatu wilayah. “Internet itu jalan tol digital. Tanpa konektivitas, daerah tidak akan maju. Digitalisasi harus dimulai dari desa,” tegas Gubernur Harum saat menerima jajaran Telkom Regional Kalimantan yang dipimpin GM Witel Kaltimtara, I Nyoman Hardiana Artha, pada awal Desember 2025.
Sebagai bagian dari komitmen ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memperluas akses digital. Hingga Oktober 2025, sebanyak 610 dari total 841 desa di Kaltim telah memiliki koneksi internet. Capaian ini menjadi langkah strategis untuk mendukung program prioritas Pemprov Kaltim dalam mencerdaskan anak-anak daerah dan mempercepat pelayanan publik berbasis digital hingga ke pelosok.
Gubernur Harum menjelaskan bahwa digitalisasi dan literasi memiliki kaitan erat. Dengan kehadiran internet, diharapkan minat baca dan budaya literasi anak-anak Kalimantan Timur akan semakin meningkat. “Kita akan terus mendorong terwujudnya Desa Internet agar anak-anak Kaltim semakin gemar membaca, didukung fasilitas digital yang memadai,” ujarnya. Visi besar Pemprov Kaltim adalah menjadikan provinsi ini sebagai "Provinsi Literasi" di masa depan, tempat generasi mudanya memiliki budaya membaca yang kuat.
Meskipun progres telah dicapai, tantangan masih ada. Kalimantan Timur memiliki wilayah geografis yang luas, mencapai 127.000 km², dengan 841 desa, di mana beberapa di antaranya masih menghadapi keterbatasan aliran listrik yang memadai. Gubernur Harum secara khusus menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap wilayah perbatasan, seperti Long Apari di Mahakam Ulu, yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Ia menekankan agar wilayah tersebut tidak mengalami kesulitan akses baik secara offline maupun online.
Dalam upaya mewujudkan pemerataan akses internet, Telkom dinilai sebagai mitra strategis. Telkom Regional Kalimantan melaporkan telah menyediakan sekitar 2.200 titik WiFi gratis di Kalimantan Timur, termasuk 900 titik di Berau, dengan cakupan jaringan fiber optik mencapai 47-50%. Gubernur Harum juga mendorong Telkom untuk memperkuat akses digital di sektor perkebunan, mengingat Kaltim memiliki 3 juta hektare lahan sawit, dengan 1,5 juta hektare di antaranya telah beroperasi dan menyerap 314 ribu pekerja.
Gubernur Harum menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Telkom, industri, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan layanan internet yang terjangkau hingga ke daerah pedalaman dan pesisir. Ia juga mengajak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pemerintah mewujudkan internet di desa-desa sekitar wilayah operasi mereka.