Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gebrakan PDIP Jatim: 38 DPC Gelar Suksesi Kepemimpinan Serentak di Surabaya

2025-12-24 | 00:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-23T17:36:07Z
Ruang Iklan

Gebrakan PDIP Jatim: 38 DPC Gelar Suksesi Kepemimpinan Serentak di Surabaya

Tiga puluh delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Jawa Timur baru saja merampungkan agenda suksesi kepemimpinan serentak melalui Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) yang berlangsung pada 20-21 Desember 2025 di Surabaya, bertempat di Hotel Shangri-La dan Grand Empire Palace Hotel. Konsolidasi lima tahunan ini menghasilkan susunan kepengurusan baru di tingkat DPD dan 38 DPC se-Jawa Timur, sekaligus menegaskan strategi partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan, khususnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Proses suksesi ini merupakan mandat Kongres Partai yang dilaksanakan di bawah koordinasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, melibatkan mekanisme demokrasi dua arah: usulan dari tingkat ranting, anak cabang, cabang, dan daerah untuk posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPC dan DPD, yang kemudian dikombinasikan dengan kewenangan penuh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan untuk menentukan personalia terpilih.. Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara-Goa, sebelumnya menyatakan bahwa seluruh jajaran struktural, dari DPC hingga Pengurus Anak Cabang (PAC), telah mempersiapkan diri secara intensif, baik dari sisi administratif maupun substansi perjuangan partai..

Penguatan struktur dan regenerasi kepemimpinan menjadi fokus utama dalam agenda Konferda dan Konfercab kali ini. Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa 52 persen personel di tingkat DPD hingga DPC saat ini didominasi oleh kader berusia 25 hingga 40 tahun.. "Struktur yang didominasi SDM muda ini membuat kami optimistis menatap masa depan. Kami sadar kontestasi tahun 2029 tidak akan mudah, namun dengan kekuatan anak muda, kami siap bertarung," ujar Said.. Regenerasi ini diharapkan membawa energi baru dan inovasi dalam kerja-kerja partai.

Said Abdullah juga menekankan strategi partai untuk menghadapi Pemilu 2029, khususnya dengan menyasar pemilih Generasi Z dan Alpha yang diproyeksikan akan mendominasi sekitar 70 persen pemilik hak suara di Jawa Timur.. Ia meminta kader PDI Perjuangan untuk turun langsung ke akar rumput, mendengarkan aspirasi Gen Z dan Alpha, merumuskannya, dan menjadikannya kebijakan partai.. Pendekatan ini diharapkan membuat PDI Perjuangan semakin diterima oleh pemilih muda.

Selain fokus pada pemilih muda, konsolidasi ini juga menjadi momentum penegasan kembali komitmen partai terhadap "kerja kerakyatan." Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Agus Wicaksono, menegaskan bahwa kepengurusan yang terbentuk tidak hanya bersifat formal, melainkan diharapkan mampu menjalankan tugas-tugas organisasi secara nyata di daerah untuk menyejahterakan masyarakat.. Hal ini sejalan dengan arahan Said Abdullah yang menargetkan pertumbuhan anggota PDI Perjuangan di Jawa Timur dari 500.000 menjadi 1,5 juta orang dalam lima tahun ke depan, melalui program-program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat..

Beberapa DPC yang baru terbentuk kepengurusannya telah menetapkan target ambisius untuk Pemilu 2029. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, menargetkan peningkatan jumlah kursi DPRD dari 16 menjadi 22 kursi, dengan fokus utama pada konsolidasi hingga tingkat bawah dan kerja nyata di tengah masyarakat.. Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, menargetkan perolehan minimal satu kursi di setiap daerah pemilihan, atau total lima kursi DPRD Kabupaten Pamekasan.. Penetapan kepengurusan baru di Kabupaten Lamongan juga melibatkan 50 persen kader muda, sebagai upaya regenerasi dan penguatan organisasi partai..

Meski demikian, partai menghadapi tantangan besar, termasuk adaptasi terhadap perubahan komposisi pemilih dan persepsi yang terkadang skeptis dari generasi muda terhadap narasi politik konvensional.. Penurunan jumlah kursi di beberapa daerah pada Pemilu sebelumnya, seperti di Kabupaten Blitar, juga menjadi perhatian serius DPP dan DPD, mendorong perlunya penataan kembali struktur dan kinerja partai.. Melalui Konferda dan Konfercab ini, PDI Perjuangan Jawa Timur berupaya memperkuat basis ideologis, meningkatkan disiplin organisasi, dan memastikan kesinambungan kepemimpinan yang relevan dengan dinamika politik masa depan..