Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gara-gara Uang Mainan, Penipu Sapi di NTT Berujung Amuk Massa

2025-12-06 | 21:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T14:32:57Z
Ruang Iklan

Gara-gara Uang Mainan, Penipu Sapi di NTT Berujung Amuk Massa

Dua pria pelaku penipuan nyaris menjadi sasaran amuk massa setelah kedapatan membeli dua ekor sapi milik warga menggunakan uang mainan di Desa Nule (Tanah Merah), Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini terjadi pada Kamis, 4 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 Wita.

Para pelaku, Semy Kake dan Rofintus Tode, melancarkan aksi penipuan terhadap Filipus Selan dan Nikodemus Lenama, pemilik dua ekor sapi jantan dewasa. Setelah kesepakatan harga, kedua sapi tersebut dinaikkan ke mobil pikap milik pelaku. Semy dan Rofintus kemudian menyerahkan uang tunai senilai Rp 10 juta kepada para korban.

Namun, tak lama setelah pelaku pergi, Filipus dan Nikodemus memeriksa kembali uang yang mereka terima. Kecurigaan muncul mengenai keaslian uang tersebut, sehingga mereka berteriak meminta bantuan warga. Massa yang mendengar teriakan itu segera mengadang laju pikap yang dikendarai pelaku dan mengamankan keduanya di rumah korban.

Situasi sempat memanas karena warga merasa geram dengan perbuatan kedua pelaku. Semy Kake dilaporkan mengalami memar di pipi dan pundak kiri, sementara Rofintus Tode mengalami memar di dahi dan pelipis kiri akibat pengeroyokan. Bhabinkamtibmas Amanuban Barat, Aiptu M Fauzi, yang menerima laporan, segera berkoordinasi dengan Polsek dan Pos Pol setempat. Untuk mencegah amukan massa yang lebih besar, personel Polres TTS dengan cepat menjemput dan membawa Semy Kake serta Rofintus Tode dari lokasi kejadian.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti berupa uang mainan dan sebuah mobil pikap telah diamankan di Mapolres TTS. Mereka menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan tindak pidana penyebaran uang palsu atau uang mainan. Kasat Reskrim Polres TTS, AKP I Wayan Pasek Sujana, membenarkan peristiwa ini dan menyatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan.