Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Episentrum Pesta Malam Tahun Baru Jakarta: Pramono Undang D’Masiv ke Bundaran HI

2025-12-22 | 22:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T15:32:18Z
Ruang Iklan

Episentrum Pesta Malam Tahun Baru Jakarta: Pramono Undang D’Masiv ke Bundaran HI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai titik utama perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026, sebuah keputusan yang mengarahkan fokus perayaan ibu kota pada solidaritas nasional. Grup musik D'Masiv akan menjadi pengisi acara utama, membawakan lagu "Jangan Menyerah" sebagai simbol penguatan moral dan empati terhadap korban bencana alam di Sumatra, sebuah langkah yang secara signifikan mengubah corak perayaan tahunan Jakarta. Kebijakan ini menegaskan pergeseran dari kemeriahan berlebihan menuju refleksi dan kepedulian sosial di tengah duka yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Penetapan Bundaran HI sebagai pusat perayaan melanjutkan tradisinya sebagai salah satu ikon Jakarta untuk berkumpul massal pada malam Tahun Baru, meskipun dengan format yang disesuaikan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang seringkali diwarnai pesta kembang api spektakuler, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara tegas melarang penggunaan kembang api, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, demi menjaga suasana kesederhanaan dan empati. Sebagai gantinya, atraksi video mapping dan pertunjukan drone akan mewarnai langit Bundaran HI, menawarkan tontonan visual tanpa ledakan yang memekakkan. Pramono Anung menyatakan, "Yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI kami minta untuk D'Masiv. Judul lagunya 'Jangan Menyerah'. Karena untuk menyanyikan lagu seperti ini tidak mudah, makanya kita pilih untuk tahun baru." Pilihan lagu ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang terdampak bencana.

Perubahan konsep ini juga tercermin dari pengurangan jumlah titik perayaan resmi di Jakarta, dari rencana awal 14 lokasi menjadi hanya delapan titik strategis yang tersebar di lima wilayah ibu kota. Selain Bundaran HI, lokasi lain yang menjadi fokus adalah Lapangan Banteng dan Kota Tua. Kawasan Monumen Nasional (Monas), yang seringkali menjadi magnet keramaian, kali ini hanya akan menyajikan video mapping tanpa aktivitas hiburan dan kerumunan massa. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial Pemprov DKI Jakarta. Pramono juga menekankan bahwa Jakarta, sebagai ibu kota negara dan kota global, perlu tetap menjaga citra di mata dunia, meski perayaan diselenggarakan dengan sederhana.

Implikasi dari perubahan pendekatan ini mencakup manajemen kerumunan yang lebih terpusat dan penekanan pada penggunaan transportasi umum. KAI Commuter telah menyiapkan 45 perjalanan kereta tambahan pada malam pergantian tahun untuk melayani mobilitas masyarakat. Sementara itu, TransJakarta juga memastikan kapasitas armadanya siap melayani lonjakan penumpang. Upaya pengamanan akan ditingkatkan di delapan titik perayaan untuk memastikan kelancaran dan ketertiban. Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta menjadi studi kasus penting tentang bagaimana kota besar menyesuaikan ritual perayaan publiknya di tengah krisis nasional, mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas di atas kemewahan visual. Ini juga menjadi preseden bagi penyelenggaraan acara publik berskala besar di masa mendatang, menunjukkan fleksibilitas kebijakan urban dalam merespons kondisi sosial dan kemanusiaan yang mendesak.