Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dedi Mulyadi Gagas Program Konservasi Hutan Libatkan Warga, Upah Rp50 Ribu Harian

2025-12-02 | 21:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T14:44:04Z
Ruang Iklan

Dedi Mulyadi Gagas Program Konservasi Hutan Libatkan Warga, Upah Rp50 Ribu Harian

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi akan melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya penanganan kerusakan hutan. Program ini dirancang untuk mengatasi kondisi hutan di Jawa Barat yang memprihatinkan, di mana sekitar 80 persen dari total kawasan hutan dilaporkan berada dalam keadaan rusak, sementara hanya 20 persen yang masih utuh.

Melalui inisiatif ini, masyarakat akan diajak untuk menanam dan merawat pohon di area hutan yang rusak dengan imbalan upah harian sebesar Rp 50.000 per orang. Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa skema ini akan menerapkan pola "satu orang menggarap satu hektare" atau bahkan "satu hingga dua hektare", di mana setiap warga yang terlibat akan bertanggung jawab menanam dan merawat pohon hingga tumbuh kuat dan kokoh. Upah sebesar Rp 50.000 per hari ini disebut lebih tinggi dibandingkan upah mencangkul di beberapa daerah yang hanya sekitar Rp 30.000, dengan harapan dapat menarik lebih banyak partisipasi masyarakat.

Selain mendapatkan gaji harian, peserta program juga akan diberikan hak yang jelas atas lahan garapan dan pohon yang mereka tanam, termasuk pemanfaatan hasil panennya. Pendekatan ini bertujuan ganda, yakni untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang mengalami erosi dan berpotensi memicu bencana, sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Barat dengan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Jenis pohon yang akan ditanam dalam program rehabilitasi ini akan dikombinasikan antara pohon hutan yang tidak bisa ditebang, seperti Caringin, Jamuju, dan Kanjung/Tanjung, dengan pohon produktif yang menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, seperti petai, jengkol, dan nangka. Program ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Desember 2025. Penerapan awal akan dilakukan di kawasan kebun teh di Bandung, dan jika berhasil, akan diperluas ke wilayah lain di Jawa Barat.

Lebih lanjut, Gubernur Dedi Mulyadi juga berencana untuk menyiapkan moratorium penebangan hutan di seluruh area yang berpotensi memicu bencana alam sebagai langkah pencegahan. Ini merupakan bagian dari filosofi konservasi yang diyakini Dedi Mulyadi, di mana tindakan pencegahan dan perlindungan dinilai lebih bernilai daripada sekadar upaya rehabilitasi.