:strip_icc()/kly-media-production/medias/5431815/original/013677400_1764748928-1001334855.jpg)
Banjir lahar dingin Gunung Lewotobi Laki-laki menerjang permukiman warga di Desa Dulipali, Kecamatan Ile Bura, dan Desa Klatanlo, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu dini hari, 3 Desember 2025. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa, 2 Desember 2025, yang membawa material vulkanik berupa pasir, kerikil, bebatuan, lumpur, serta potongan kayu dari puncak gunung.
Suara gemuruh besar akibat aliran lahar terdengar hingga radius tiga kilometer, meskipun kondisi visual ke arah puncak gunung sering tertutup kabut tebal. Salah satu rumah di Desa Dulipali, milik Lodovike Nogo Temu, dilaporkan ambruk rata dengan tanah. Selain itu, tiga rumah lainnya di Desa Dulipali mengalami rusak berat, termasuk rumah milik Ancis Witin yang tersapu bersih oleh banjir lahar hingga tak menyisakan bangunan, serta rumah Donatus Mare yang juga rusak parah. Beberapa rumah warga lainnya di desa tersebut juga dipenuhi timbunan bebatuan dan lumpur. Di Desa Klatanlo, satu unit rumah terendam lumpur setinggi 40 sentimeter.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena ribuan warga di Desa Dulipali dan sekitarnya telah mengungsi ke hunian sementara di Desa Konga, Kecamatan Titehena, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki dan erupsi sebelumnya.
Dampak banjir lahar dingin juga melumpuhkan akses transportasi. Ruas Jalan Nasional Trans Flores Larantuka–Maumere di Desa Hokeng Jaya dan Desa Dulipali sempat terhambat total akibat tertutup lumpur dan material vulkanik. Meskipun sempat melambat, jalur ini kini dilaporkan masih dapat dilalui dengan kehati-hatian. Selain itu, sejumlah tiang listrik di Desa Dulipali tumbang, mengakibatkan terputusnya pasokan listrik di area tersebut.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur merekam getaran banjir lahar hujan sejak pukul 05.17 WITA, mencapai amplitudo maksimum 47,3 mm pada pukul 05.51 WITA, dan berakhir pada pukul 06.36 WITA. Status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada pada Level IV atau Awas, yang merupakan tingkat aktivitas tertinggi.
Badan Geologi dan pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dari kawah, serta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan deras, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah desa setempat, dan relawan untuk membersihkan material lahar yang menutupi jalan dengan bantuan alat berat. Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., juga membenarkan kejadian ini dan telah mengerahkan personel untuk pengaturan lalu lintas serta pembersihan manual. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah NTT pada 2-4 Desember 2025, dengan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.