:strip_icc()/kly-media-production/medias/4529878/original/074048100_1691471843-20230808-Nelayan-Dadap-Tangerang-Banten-Arbas-2.jpg)
Banjir rob kembali merendam permukiman warga di Kampung Baru Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis, 4 Desember 2025. Musibah ini berdampak pada sedikitnya 540 kepala keluarga (KK).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menjelaskan bahwa banjir rob ini melanda empat wilayah rukun tetangga (RT) di Kelurahan Dadap. Rinciannya, RT 01 terdampak 120 KK, RT 02 sebanyak 180 KK, RT 03 sebanyak 120 KK, dan RT 04 juga 120 KK, sehingga total 540 KK terkena dampak.
Ketinggian air yang menggenangi permukiman berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter. Ahmad Taufik menyebutkan bahwa fenomena rob ini merupakan kejadian yang biasa terjadi di wilayah pesisir utara, khususnya perkampungan nelayan seperti Dadap. Hal ini disebabkan oleh permukaan air laut yang meninggi sementara daratan lebih rendah, serta dipengaruhi oleh kondisi iklim dan ombak laut. Ancaman banjir rob kali ini juga terjadi bersamaan dengan fase bulan baru yang memicu pasang maksimum air laut.
Meskipun genangan air masih bertahan, sebagian besar warga terdampak memilih untuk tetap berada di rumah masing-masing. BPBD Kabupaten Tangerang terus bersiaga dan menyiapkan personel serta fasilitas evakuasi, seperti perahu, pelampung, pompa alkon, hingga mesin potong, jika sewaktu-waktu dibutuhkan evakuasi oleh warga. Sebelumnya, BPBD juga telah mengimbau masyarakat di wilayah pesisir pantai utara Tangerang untuk mengantisipasi potensi terjadinya fenomena rob atau air pasang dengan kapasitas besar. Wilayah seperti Kosambi, Teluknaga, Dadap, Tanjung Burung, dan Desa Ketapang di Kecamatan Mauk diketahui menjadi daerah yang sering terdampak rob.