
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut) melaporkan pembaruan terkini jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Per Rabu pagi, 3 Desember 2025, pukul 08.00 WIB, tercatat 298 orang meninggal dunia dan 169 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, 612 orang dilaporkan terluka dan sekitar 1.681.371 orang terdampak bencana ini. Sebanyak 55.935 jiwa kini mengungsi di berbagai titik penampungan.
Bencana hidrometeorologi ini telah memporakporandakan 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan jumlah korban tewas terbanyak, yakni 86 orang meninggal dunia dan 112 orang hilang. Disusul Kabupaten Tapanuli Selatan dengan 79 korban tewas dan 35 orang hilang. Kota Sibolga mencatat 51 korban tewas dan 7 hilang, sementara Kabupaten Tapanuli Utara melaporkan 34 korban tewas dan 14 hilang. Daerah lain yang turut mencatat korban jiwa meliputi Kabupaten Deli Serdang (17 tewas), Langkat (11 tewas), Humbang Hasundutan (9 tewas, 1 hilang), Kota Medan (7 tewas), Pakpak Bharat (2 tewas), Kota Padangsidimpuan (1 tewas), dan Nias (1 tewas).
Banjir dan longsor yang melanda Sumatera ini diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh dinamika atmosfer global dan kerentanan ekologis wilayah akibat kerusakan lingkungan. Hujan deras yang terus-menerus selama beberapa hari akibat siklon tropis menyebabkan sungai-sungai meluap dan lereng perbukitan runtuh, merendam ratusan desa serta memutus akses ke berbagai wilayah.
Respons tanggap darurat terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Basarnas, kementerian/lembaga terkait, dan pemerintah daerah. Upaya pencarian dan pertolongan korban hilang masih terus diintensifkan, bersamaan dengan penyaluran logistik dan pembukaan akses jalan yang terputus. Presiden Prabowo Subianto juga telah meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Sumatera dan menginstruksikan pengerahan seluruh kekuatan nasional untuk penanganan bencana. Akses menuju beberapa wilayah, seperti jalur Tapanuli ke Sibolga, masih terputus akibat longsoran tanah sepanjang hampir 50 kilometer dan diperkirakan baru bisa dibuka sepenuhnya dalam 3 hingga 4 hari ke depan.
Secara keseluruhan di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 753 orang dan 650 orang masih hilang per Rabu pagi ini. Basarnas telah mengevakuasi sebanyak 35.857 warga korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera hingga Selasa malam, dengan 4.599 warga di antaranya dievakuasi dari Sumatera Utara. Kementerian Sosial juga mengirimkan logistik bantuan menggunakan kapal dan helikopter ke daerah-daerah yang terisolasi. Untuk mempermudah komunikasi, BNPB membuka saluran khusus atau hotline 081161645500 bagi warga yang kesulitan menghubungi anggota keluarga mereka. Selain itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta SPBU di wilayah terdampak banjir dan longsor beroperasi 24 jam untuk memastikan pasokan bahan bakar, sementara Garuda Indonesia telah mengirimkan 20 ton bantuan ke Sumatera.