Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bandung Ngebut Benahi Jalan & Infrastruktur Jelang Tahun Baru 2026

2025-12-03 | 04:07 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T21:07:39Z
Ruang Iklan

Bandung Ngebut Benahi Jalan & Infrastruktur Jelang Tahun Baru 2026

Menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, Pemerintah Kota Bandung tengah gencar mempercepat penyelesaian berbagai proyek perbaikan jalan dan infrastruktur vital lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas warga dan kenyamanan wisatawan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara tegas menargetkan seluruh pekerjaan galian di jalan, termasuk proyek drainase dan utilitas seperti PDAM serta PLN, harus rampung dan ditutup paling lambat 15 Desember 2025. Penegasan ini bertujuan untuk menghilangkan potensi gangguan lalu lintas yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung melaporkan telah mencapai kemajuan signifikan dalam program perbaikan jalan sepanjang tahun 2025. Dari target total 29,52 kilometer jalan yang akan ditangani, sekitar 26,53 kilometer atau 89,65 persen telah berhasil diperbaiki hingga pertengahan Oktober 2025. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Bandung, Sandi Suhendar, optimistis sisa sekitar 3 kilometer jalan akan selesai dikerjakan hingga akhir tahun ini. Total 266 ruas jalan masuk dalam daftar penanganan tahun ini, dengan 165 ruas sudah rampung dan 101 ruas lainnya masih dalam proses pengerjaan. Beberapa ruas jalan protokol utama yang telah selesai diperbaiki meliputi Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Batununggal, Pahlawan, dan Cemara, yang menjadi prioritas karena tingkat mobilitas tinggi.

Selain perbaikan jalan, Pemkot Bandung juga memfokuskan pada rehabilitasi dan pembangunan drainase. DSDABM menargetkan rehabilitasi drainase sepanjang 14.657 meter pada tahun 2025, dengan realisasi mencapai 10.101,6 meter. Sementara itu, pembangunan drainase baru telah mencapai 1.606 meter dari target 3.928 meter. Anggaran sebesar Rp34,53 miliar dialokasikan untuk program drainase ini, dengan fokus pada wilayah rawan genangan seperti Jalan Pacuan Kuda, Jalan Arcamanik Endah, dan Jalan Terusan Jakarta. Namun, upaya ini dinilai perlu diimbangi dengan pelestarian ekologi di hulu oleh pengamat lingkungan.

Pembangunan infrastruktur besar lainnya yang dikebut adalah Flyover Nurtanio, yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Proyek ini telah mencapai progres sekitar 65 persen pada awal November 2025 dan 70 persen di akhir November. Flyover ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan kronis di persimpangan rel kereta api di kawasan Andir dengan memperlebar kapasitas jalan dari empat menjadi enam lajur.

Dalam pelaksanaannya, DSDABM menghadapi sejumlah tantangan, termasuk faktor cuaca, terutama menjelang musim hujan yang dapat mengganggu proses pengaspalan. Selain itu, pemanfaatan ruang milik jalan (rumija) yang tidak sesuai peruntukan, seperti parkir liar atau aktivitas usaha warga, juga menjadi kendala.

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan kepadatan lalu lintas selama libur akhir tahun, Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi pengelolaan keramaian. Wali Kota Farhan mengindikasikan bahwa pusat-pusat keramaian akan didorong ke wilayah timur Bandung, seperti Kiara Artha Park, Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, dan GBLA, untuk menyebar konsentrasi massa. Jalan-jalan yang telah diperbaiki akan segera diberi marka, dan pengecatan trotoar serta kerb akan dilakukan serentak oleh kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan keselamatan dan estetika kota. Penataan parkir dan peningkatan keamanan juga menjadi fokus untuk menjamin kenyamanan wisatawan.

Komitmen Pemkot Bandung dalam percepatan perbaikan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan Kota Bandung yang lebih nyaman, aman, dan berdaya dukung tinggi bagi masyarakat dan para pengunjung.