:strip_icc()/kly-media-production/medias/5459305/original/077370700_1767158352-Atalia_Sidang.jpeg)
Atalia Praratya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, akhirnya angkat bicara mengenai isu adanya perempuan lain yang santer disebut-sebut menjadi faktor dalam gugatan cerainya terhadap mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dalam sidang perceraian yang dipercepat di Pengadilan Agama Bandung hari ini, Rabu, 31 Desember 2025, Atalia secara gamblang menepis bahwa gugatannya mencantumkan nama perempuan lain, menanggapi spekulasi yang meluas di tengah publik.
Persidangan hari ini merupakan kelanjutan dari proses hukum atas gugatan cerai yang dilayangkan Atalia setelah 29 tahun pernikahan mereka. Atalia, yang dikenal sebagai Ibu Cinta, menyatakan dengan tenang saat dicecar pertanyaan oleh awak media, bahwa ia tidak mencantumkan nama wanita lain dalam dokumen gugatannya. "Saya tidak ada di dalam ajuan di dalam gugatan kami terkait itu. Tanyakan kepada yang bersangkutan saja," ujarnya sambil tersenyum. Pernyataan ini diperkuat oleh kuasa hukum Atalia, Debi Agusfriansyah, yang secara tegas membantah nama-nama seperti Aura Kasih, Lisa Mariana, hingga Safa Marwah tercantum dalam isi gugatan cerai kliennya. "Terkait nama-nama yang beredar ya, seperti AK, LM, terus SM saya pastikan itu tidak pernah ada di dalam isi gugatan," tegas Debi, seraya menyatakan keheranannya atas gosip yang menyebar melampaui fakta gugatan.
Proses perceraian pasangan politikus ini telah dikonfirmasi Ridwan Kamil sendiri pada Desember 2025, dengan permohonan maaf terbuka atas "kekhilafan dan dosa" selama pernikahan mereka, menyatakan bahwa Atalia berhak bahagia. Mediasi antara kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai untuk berpisah dan berkomitmen mengasuh anak-anak mereka secara bersama. Sidang yang seharusnya dijadwalkan pada 21 Januari 2026 ini dipercepat menyusul kesepakatan mediasi pada 19 Desember 2025. Kuasa hukum Atalia juga mengungkapkan bahwa kliennya dan Ridwan Kamil telah pisah rumah selama enam bulan sebelum gugatan diajukan, sesuai dengan surat edaran Mahkamah Agung.
Sebelumnya, pada Maret 2025, Ridwan Kamil sempat menghadapi tudingan memiliki anak dari seorang wanita bernama Lisa Mariana. Ia membantah keras isu tersebut sebagai "fitnah keji bermotif ekonomi" dan mengaku hanya pernah bertemu Lisa satu kali. Dalam konteks isu tersebut, pernyataan Atalia di masa lalu mengenai perselingkuhan sempat kembali menjadi sorotan. Atalia pernah menyatakan bahwa jika Ridwan Kamil "mendua," ia akan memilih untuk mundur dan melepaskan suaminya. "Kalau misalkan begitu, berarti sudah tidak bersama saya lagi hatinya, silakan memilih orang lain," tegasnya saat menjadi bintang tamu di sebuah acara televisi.
Perceraian pasangan publik figur ini, setelah hampir tiga dekade pernikahan yang seringkali digambarkan harmonis dan menjadi sorotan atas ketabahan mereka menghadapi kehilangan putra sulung, Emmeril Kahn Mumtadz, membawa implikasi signifikan. Sebagai anggota DPR RI, peran Atalia dalam memperjuangkan hak perempuan akan terus disorot publik, terutama dalam mengelola dampak personal dan profesional dari perpisahan ini. Keputusan Atalia dan Ridwan Kamil untuk menyelesaikan perpisahan secara damai dan bersepakat mengurus anak bersama menunjukkan upaya mereka menjaga kestabilan keluarga di tengah pusaran perhatian publik. Atalia sendiri berharap proses ini dapat segera tuntas, menyatakan, "Doakan lancar, kita inginnya sih semakin cepat semakin baik."