Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Anies Ungkap Motif Tersembunyi di Balik Kunjungan ke Lokasi Bencana

2025-12-07 | 21:14 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-07T14:14:04Z
Ruang Iklan

Anies Ungkap Motif Tersembunyi di Balik Kunjungan ke Lokasi Bencana

Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta, menyoroti fenomena banyaknya individu yang mengunjungi lokasi bencana. Menurut Anies, kehadiran banyak orang di tempat bencana tidak selalu meningkatkan kepercayaan publik, melainkan justru dapat memperparah situasi jika tidak dilandasi oleh tujuan yang jelas dan terorganisir. Pernyataan ini disampaikan Anies dalam sebuah kesempatan baru-baru ini, di tengah serangkaian bencana alam yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari banjir di Aceh dan Sumatera Utara, banjir bandang di Sumatera Barat, hingga erupsi Gunung Semeru dan peningkatan aktivitas gunung api lainnya.

Anies menekankan bahwa di Indonesia saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan publik. Ia menguraikan bahwa daripada hanya menjadi penonton atau bahkan sekadar bersedih di balik layar ponsel, masyarakat harus mengambil tindakan nyata. Mantan calon presiden ini mengajak setiap individu untuk memilih satu isu bencana yang paling menyentuh hati dan berkontribusi secara langsung, sekecil apapun itu, misalnya dengan membantu para penyintas banjir.

Lebih lanjut, Anies mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak menyerah dan kembali menerapkan semangat "warga jaga warga," di mana masyarakat saling menjaga, menguatkan, dan membantu. Ia meyakini bahwa di atas segala bencana yang terjadi, hal yang membuat bangsa ini tetap berdiri adalah semangat tolong-menolong yang tak pernah padam.

Dalam konteks bencana, Anies juga sempat menyuarakan kritik terhadap penanganan dan penyebab bencana, khususnya banjir di Sumatra, yang ia sebut sebagai "bencana buatan manusia" dan menuntut para pelakunya untuk diadili. Ia menyoroti pelanggaran tata ruang, penebangan hutan secara masif, pencemaran pesisir, dan perusakan habitat satwa sebagai faktor yang memperparah dampak bencana alam. Anies mengajak masyarakat dan pemerintah untuk melakukan "tobat ekologis" dan mengakui dosa kolektif terhadap bumi, serta mengubah cara hidup dan pengelolaan kuasa. Pernyataan ini, bagaimanapun, menuai beragam respons dari warganet, di mana sebagian mendukung namun banyak pula yang mengkritik dan menilainya sebagai bentuk "cari panggung" atau inkonsisten dengan rekam jejaknya di masa lalu.