:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427523/original/002823900_1764393481-1000100028.jpg)
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Jakarta akan memberlakukan kebijakan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara untuk lima perjalanan kereta api pada Minggu, 7 Desember 2025. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penyelenggaraan acara lari "Milo Activ Indonesia Race (MAIR) 2025 Jakarta International 10K" yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas).
Kebijakan BLB ini bertujuan untuk memberikan alternatif bagi calon penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir. Diperkirakan akan terjadi peningkatan mobilitas dan potensi kepadatan lalu lintas di sekitar area Monas dan Stasiun Gambir akibat event lari yang akan diikuti sekitar 25.000 pelari ini.
Detty Nurfatma Kusumah, Pejabat yang melaksanakan tugas (PYMT) Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, mengonfirmasi penyesuaian pola operasi ini untuk mengantisipasi kepadatan penumpang dan lalu lintas, sekaligus memastikan kelancaran perjalanan kereta api. Dengan pemberhentian tambahan di Jatinegara, penumpang memiliki opsi keberangkatan yang lebih fleksibel.
MAIR 2025 Jakarta International 10K sendiri merupakan seri penutup dari rangkaian lomba lari MILO Active Indonesia Race yang sebelumnya telah sukses digelar di beberapa kota lain. Acara ini akan dimulai dari Silang Barat Daya Monas dan berakhir di Lapangan Banteng, menghadirkan berbagai kategori lari termasuk 10K Open, 10K Closed, 5K, dan Family Run 2.5K.
Adapun lima kereta api yang akan melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Jatinegara pada Minggu, 7 Desember 2025, adalah sebagai berikut:
1. KA Argo Semeru (6) relasi Gambir - Surabaya Gubeng.
2. KA Parahyangan (132B) relasi Gambir - Bandung.
3. KA Taksaka (46) relasi Gambir - Yogyakarta.
4. KA Argo Bromo Anggrek (2B) relasi Gambir - Surabaya Pasarturi.
5. KA Argo Dwipangga (16) relasi Gambir - Solo Balapan.
PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa kembali jadwal keberangkatan kereta api mereka dan menyesuaikan titik naik atau turun penumpang dengan adanya pemberlakuan BLB ini demi kelancaran perjalanan. Meskipun ada rekayasa operasional, PT KAI memastikan pelayanan akan tetap berjalan optimal dan aman.