:strip_icc()/kly-media-production/medias/5435332/original/088670700_1765019529-IMG_20251206_174445.jpg)
Banjir dan rob meluas di wilayah Karawang, Jawa Barat, menyebabkan ratusan rumah terendam dan ribuan jiwa terdampak hingga Sabtu, 6 Desember 2025. Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang selama tiga hari terakhir menjadi pemicu utama meluapnya debit air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Selain itu, fenomena banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut juga menerjang sejumlah daerah di pesisir utara Karawang, menambah kompleksitas bencana.
Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak banjir. Di desa ini, ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter, bahkan mencapai 2 meter di lokasi terdalam, seperti di RT 03 Dusun Pangasinan. Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang mencatat sebanyak 316 rumah terendam banjir, mempengaruhi 1.224 jiwa dari 413 kepala keluarga di Desa Karangligar.
Tidak hanya permukiman penduduk, areal persawahan dan akses jalan raya utama juga terendam air, melumpuhkan aktivitas warga. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Lokasi pengungsian sementara telah didirikan di antaranya di halaman Kantor Desa Karangligar dan masjid setempat, dengan tenda-tenda darurat yang telah disiapkan BPBD Karawang. Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan terus melakukan upaya evakuasi, khususnya bagi warga prioritas seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Hingga Sabtu sore, debit air Sungai Citarum dan Cibeet masih berstatus siaga dan cenderung meningkat, menunjukkan bahwa banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan. Kondisi ini memerlukan kesiapsiagaan lebih lanjut dari seluruh pihak terkait dan masyarakat.