Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Agen Wisata Labuan Bajo Diselidiki Polisi Pasca Hilangnya 4 Turis Spanyol

2025-12-29 | 10:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-29T03:00:20Z
Ruang Iklan

Agen Wisata Labuan Bajo Diselidiki Polisi Pasca Hilangnya 4 Turis Spanyol

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menyelidiki agen perjalanan menyusul hilangnya empat turis berkewarganegaraan Spanyol setelah kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Jumat, 26 Desember 2025. Insiden ini kembali menyoroti standar keselamatan pelayaran wisata di salah satu destinasi super prioritas Indonesia.

Kapal wisata KM Putri Sakinah, yang mengangkut enam turis Spanyol, seorang pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk kapten, diterjang gelombang tinggi sekitar 2-3 meter dan mengalami mati mesin mendadak sekitar pukul 20.45 WITA saat melintasi Selat Padar, mengakibatkan kapal tenggelam. Tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk dua turis, pemandu wisata, dan seluruh ABK, berkat bantuan kapal KM Neptune yang melintas dan tim SAR gabungan. Namun, satu keluarga yang terdiri dari Martin Carreras Fernando (suami), Martines Ortuno Maria Lia (istri), serta dua anak mereka, Martin Garcia Mateo dan Martines Orturo Enriquejavier, masih dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan hingga 29 Desember 2025, dan satu jasad korban telah ditemukan. Fernando Martin Careras diidentifikasi sebagai pelatih sepak bola wanita Valencia CF.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda NTT telah memulai penyelidikan awal dengan memeriksa nakhoda, ABK, agen pelayaran, dan agen wisata untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Insiden ini menambah panjang catatan kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, dengan setidaknya 15 kecelakaan tercatat antara tahun 2024 hingga akhir 2025, yang sebagian besar disebabkan oleh cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan gangguan teknis kapal. Pengamat maritim Marcellus Hakeng Jayawibawa menyatakan bahwa kecelakaan berulang semacam ini bukan sekadar musibah akibat cuaca buruk atau kelalaian individu, melainkan cerminan dari "sistem yang belum tuntas dibangun, tata kelola yang rapuh, dan pilihan kebijakan yang terlalu sering menempatkan keselamatan sebagai variabel yang bisa ditawar".

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah berulang kali menegaskan pentingnya penegakan regulasi dan standardisasi keselamatan kapal wisata di Labuan Bajo. Sejak Mei 2024, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno telah bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan otoritas maritim untuk mencegah insiden serupa. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden KM Putri Sakinah dan menegaskan koordinasi intensif dengan berbagai lembaga seperti Basarnas, Kementerian Luar Negeri, Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Kedutaan Besar Kerajaan Spanyol untuk mendukung proses pencarian dan penanganan pascakejadian. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo juga telah menutup sementara pelayaran ke Pulau Padar dan Komodo guna mendukung operasi pencarian.

Peran agen perjalanan wisata dalam insiden ini menjadi fokus utama. Agen perjalanan memiliki tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, dan memfasilitasi perjalanan, termasuk menjamin kualitas layanan, mematuhi peraturan, dan membantu mengatasi masalah yang mungkin timbul. Kasus penipuan oleh agen travel juga sempat mencuat di Labuan Bajo pada Juni 2025, ketika 13 turis asing dan tujuh turis lokal ditipu oleh Gratio Tour and Travel yang tidak melunasi pembayaran kapal, yang kemudian disayangkan oleh Plt. Direktur Utama BPOLBF Frans Teguh sebagai tindakan yang merusak citra pariwisata. Kejadian lain pada Agustus 2025 juga melibatkan turis yang melaporkan agen perjalanan karena layanan kapal yang tidak sesuai dan masalah pengembalian uang. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat pada Juli 2023 telah menetapkan aturan ketat yang mewajibkan kapal wisata memiliki kantor fisik di Labuan Bajo sebagai upaya preventif terhadap penipuan dan untuk keamanan.

Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah, ditambah dengan catatan kecelakaan sebelumnya, berpotensi memberikan implikasi serius terhadap citra pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia. Meskipun Kepala KSOP Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto pada Mei 2025 melaporkan rasio kecelakaan kapal yang rendah sebesar 0,03% untuk 2023-2024 dengan nihil korban jiwa dalam periode tersebut, insiden fatal terkini menunjukkan bahwa upaya penegakan keselamatan harus lebih ditingkatkan dan sistem pengawasan perlu diperkuat secara menyeluruh. Penyelidikan mendalam terhadap agen wisata dan operator kapal diharapkan dapat mengungkap potensi kelalaian atau pelanggaran yang terjadi, serta mendorong reformasi regulasi untuk menjamin keselamatan dan kepercayaan wisatawan di masa depan.