:strip_icc()/kly-media-production/medias/5057608/original/085918800_1734597170-WhatsApp_Image_2024-12-19_at_14.07.11.jpeg)
Jumlah korban hilang akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara terus bertambah dan kini mencapai 205 orang. Data ini merupakan pembaruan per Kamis, 4 Desember 2025, pukul 17.00 WIB, yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara. Penambahan ini melonjak sebanyak 38 orang dari angka sebelumnya 167 orang yang dinyatakan hilang.
Pusdalops PB Sumatera Utara merinci bahwa 205 orang yang masih dalam pencarian tersebut tersebar di lima kabupaten/kota. Rinciannya adalah 14 orang di Kabupaten Tapanuli Utara, 112 orang di Kabupaten Tapanuli Tengah, 33 orang di Kabupaten Tapanuli Selatan, 45 orang di Kota Sibolga, dan satu orang di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan bahwa laporan ini merupakan data sementara yang diterima oleh Pusdalops PB Sumatera Utara. Ia menambahkan bahwa data akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan penanganan bencana. Berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan oleh masing-masing wilayah terdampak dan pemangku kebijakan terkait.
Secara keseluruhan, Pusdalops PB mencatat bahwa 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak musibah banjir dan tanah longsor ini. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyampaikan bantuan logistik senilai Rp34,8 miliar yang diberangkatkan untuk masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sebagai wujud percepatan dukungan pemerintah dalam situasi darurat. Bantuan tersebut berupa beras, susu, sosis, mie instan, hingga air mineral.