Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Waka MPR Ajak Sinergi Susun Cetak Biru Pengembangan Situs Patiayam

2025-11-23 | 20:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T13:02:37Z
Ruang Iklan

Waka MPR Ajak Sinergi Susun Cetak Biru Pengembangan Situs Patiayam

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat kembali menekankan pentingnya perumusan bersama dalam pengembangan dan pelestarian Situs Purbakala Patiayam. Desakan ini disampaikan Lestari dalam beberapa kesempatan, termasuk saat berbincang daring dengan para arkeolog pada Forum Diskusi Aktual Berbangsa Bernegara bertema Konservasi Situs dan Kolaborasi Lintas Sektoral di Patiayam pada Rabu, 19 November 2025, serta dalam keterangan tertulis pada Minggu, 23 November 2025. Kolaborasi lintas sektoral diperlukan untuk menjaga kelestarian situs tersebut, terutama dari ancaman perubahan alam yang ekstrem dan potensi ketidakpedulian masyarakat terhadap benda-benda bersejarah. Lestari Moerdijat, yang akrab disapa Rerie, mendorong semua pihak terkait untuk segera mengidentifikasi tantangan dan peluang agar Situs Patiayam dapat menjadi bagian integral dari pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia.

Situs Purbakala Patiayam, yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merupakan salah satu situs prasejarah paling lengkap di Indonesia. Situs ini membentang di wilayah Kudus dan beberapa kecamatan di Pati, dan telah menyimpan sekitar 1.500 fosil, sebagian besar masih tersimpan di rumah-rumah penduduk dan beberapa di Museum Ronggowarsito Semarang. Keistimewaan situs ini terletak pada temuan fosil Homo erectus, beragam fauna vertebrata dan invertebrata seperti gajah purba Stegodon trigonocephalus, serta alat-alat batu manusia purba. Fosil-fosil di Patiayam ditemukan dalam kondisi utuh karena penimbunan abu vulkanik halus dan pembentukan fosil yang baik, serta minimnya erosi dari sungai besar. Sejak 22 September 2005, Situs Patiayam telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Pemerintah Kabupaten Kudus memiliki rencana serius untuk mengembangkan Situs Patiayam menjadi destinasi edukasi dan budaya berkelas nasional. Upaya pengembangan ini akan melibatkan pemerintah pusat dan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, dengan rencana penambahan atraksi di mana pengunjung dapat melihat fosil secara langsung di lokasi penemuan (in-situ). Bupati Kudus Sam'ani Intakoris, saat meninjau lokasi pada 5 April 2025, menyatakan apresiasinya terhadap pihak Museum Situs Purbakala Patiayam yang terus berbenah dalam promosi. Selain itu, terdapat rencana tukar guling lahan untuk Museum Patiayam, yang saat ini berdiri di atas tanah desa dengan status sewa, agar dapat menerima anggaran dari pemerintah pusat. Pemerintah desa juga mengusulkan agar tanah desa yang digunakan museum dapat dibeli langsung oleh Pemkab Kudus. Sejarah Situs Patiayam juga direncanakan akan dibukukan, dan kerjasama dengan Perhutani akan dilakukan untuk memudahkan akses ke gardu pandang.

Lestari Moerdijat juga sempat mengusulkan peningkatan status Situs Patiayam menjadi cagar budaya nasional untuk perlindungan maksimal. Ia menyoroti ancaman penggalian liar yang tidak bertanggung jawab dalam perburuan fosil untuk diperjualbelikan, yang menjadi ancaman nyata terhadap peninggalan bersejarah tersebut. Konservasi situs purbakala di Patiayam, Kudus, harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta masyarakat, mengingat temuan-temuan bersejarah ini adalah sumber pengetahuan dan berpotensi menjadi kawasan tujuan wisata.