Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sopir Truk Bali Bunuh Diri, Tinggalkan Wasiat Pedih untuk Buah Hati

2025-11-23 | 20:46 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T13:46:52Z
Ruang Iklan

Sopir Truk Bali Bunuh Diri, Tinggalkan Wasiat Pedih untuk Buah Hati

Seorang sopir truk bernama I Nengah Sukrianta, 42 tahun, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di area parkir utara Lapangan Kapten Japa, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, pada Kamis sore, 6 November 2025. Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 Wita.

Korban, yang berasal dari Karangasem dan belakangan tinggal sementara di kawasan Kesiman Kertalangu, ditemukan dalam posisi tergantung di pohon bentaro menggunakan seutas tali nilon sepanjang sekitar lima meter. Saat ditemukan, I Nengah Sukrianta mengenakan kemeja hijau dan celana jins biru. Di dekat lokasi kejadian, polisi menemukan satu botol minuman beralkohol merek Mojitu serta satu unit dump truk yang diduga milik korban.

Menurut Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, korban diduga telah merencanakan perbuatannya. Anak kandung korban, Gede Yona Dwiva Widhin (18), mengungkapkan bahwa ayahnya sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp sekitar pukul 17.48 Wita, kurang dari satu jam sebelum korban ditemukan tewas. Dalam pesan tersebut, I Nengah Sukrianta menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga dan menyatakan keinginannya untuk mengakhiri hidup. Ia juga dilaporkan mengirimkan foto dirinya sedang duduk dengan seutas tali plastik di sampingnya dan botol arak di dekatnya. Kompol Sukadi menambahkan bahwa dalam pesan itu korban mengungkapkan "sudah tidak kuat dengan masalah yang dihadapi".

Berdasarkan keterangan sang anak, korban diketahui sudah lama hidup sendiri setelah berpisah dengan istrinya. Sejak berpisah, korban kerap berpindah tempat tinggal dan diduga menghadapi kesulitan ekonomi, yang memperparah kondisi psikologisnya hingga depresi.

Peristiwa gantung diri ini awalnya disaksikan oleh sekelompok anak-anak yang sedang bermain di lapangan, yang kemudian berteriak meminta pertolongan setelah melihat sosok pria tak bergerak. Tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 Wita untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga telah membuat pernyataan menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar oleh tim BPBD Kota Denpasar untuk proses visum et repertum.