Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Semeru Tenang dari Erupsi, Peringatan Awas Masih Berlaku

2025-11-24 | 10:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T03:47:52Z
Ruang Iklan

Semeru Tenang dari Erupsi, Peringatan Awas Masih Berlaku

Aktivitas erupsi Gunung Semeru yang terpantau pada Rabu, 19 November 2025, telah berhenti pada pukul 18.11 WIB. Meskipun demikian, pemerintah dan otoritas vulkanologi tetap mempertahankan status Level IV atau Awas bagi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Peningkatan status menjadi Awas telah ditetapkan sejak 19 November 2025 pukul 17.00 WIB, setelah sebelumnya berada pada Level II (Waspada) dan kemudian Level III (Siaga).

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa meskipun lontaran material sudah tidak terlihat, potensi bahaya berupa guguran, awan panas, dan banjir lahar dingin tetap menjadi perhatian utama. Pemantauan visual pada 21-22 November 2025, misalnya, masih menunjukkan asap kawah berwarna putih bertekanan sedang hingga tinggi membumbung sekitar 1.000 meter di atas puncak. Beberapa letusan dengan tinggi 300-500 meter juga teramati, yang dominan mengarah ke tenggara, serta aktivitas guguran lava masih berlangsung dengan jarak luncur mencapai 800 meter ke arah Besuk Kobokan.

Aktivitas kegempaan di Gunung Semeru juga masih tinggi, mengindikasikan adanya suplai dari bawah permukaan bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan. Getaran lahar bahkan terekam dua kali berturut-turut dengan durasi panjang, menunjukkan adanya aliran lahar di Besuk Kobokan dan menimbulkan letusan sekunder.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa status Awas dipertahankan demi keselamatan warga, mengingat potensi aktivitas susulan masih bisa terjadi sehingga kewaspadaan tidak boleh menurun. Pemerintah Kabupaten Lumajang telah mengingatkan warga untuk tidak beraktivitas di zona merah serta menjauhi kawasan alur sungai yang berhulu ke Semeru.

Rekomendasi PVMBG meliputi larangan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Sungai Besuk Kobokan sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Sungai Besuk Kobokan karena berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Selain itu, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.

Aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih disiagakan untuk memastikan tidak ada pergerakan warga menuju area berbahaya. Beberapa warga telah mengungsi dan tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat erupsi sebelumnya. Seluruh langkah penanganan diarahkan pada pencegahan korban dan memastikan masyarakat tetap berada di lokasi aman sampai kondisi benar-benar dinyatakan stabil oleh pihak berwenang.