Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Semeru Awas Level IV: Peringatan Kritis Erupsi Gunung Berapi

2025-11-28 | 13:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T06:19:00Z
Ruang Iklan

Semeru Awas Level IV: Peringatan Kritis Erupsi Gunung Berapi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi menaikkan status Gunung Semeru, Jawa Timur, menjadi Level IV atau Awas. Kenaikan status ini berlaku mulai Rabu, 19 November 2025, pukul 17.00 WIB, menyusul peningkatan signifikan aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, melaporkan bahwa erupsi Gunung Semeru dimulai pada 19 November 2025 pukul 14.13 WIB, berupa awan panas yang berlangsung secara beruntun dan bukan merupakan kejadian tunggal. Kolom abu letusan teramati mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak, sementara awan panas guguran meluncur hingga jarak 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan dan Sungai Lengkong. Aktivitas kegempaan yang terekam menunjukkan peningkatan gempa Letusan, Guguran, dan Harmonik yang tinggi, serta indikasi adanya suplai magma dari bawah permukaan.

Dalam status Level IV (Awas), PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi krusial bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan hingga jarak 20 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Selain itu, di luar radius tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar. Zona bahaya lainnya adalah radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, yang rawan terhadap lontaran batu pijar.

Hingga beberapa hari setelah peningkatan status, aktivitas vulkanik Semeru masih fluktuatif dan dinamis. Pada Kamis, 27 November 2025, Gunung Semeru tercatat mengalami 12 kali erupsi, meskipun tidak seluruhnya teramati secara visual. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, pada Senin, 24 November 2025, melaporkan embusan asap putih setinggi 500-1.000 meter dari puncak dengan 44 kali gempa letusan atau erupsi. Laporan pada Selasa, 25 November 2025, juga mencatat erupsi dengan kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak, condong ke arah utara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.116 jiwa sempat mengungsi akibat erupsi ini, dengan sebagian di antaranya telah kembali ke rumah. Pendaki yang berada di Ranu Kumbolo juga telah dievakuasi. Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru Badan Geologi, Yasa Suparman, terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi awan panas susulan, banjir lahar, dan letusan sekunder masih dapat terjadi kapan saja, khususnya di Besuk Kobokan. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama petugas di lapangan dan tim medis terus memantau kondisi masyarakat, serta memastikan ketersediaan masker dan perlengkapan kesehatan di posko pengungsian.