:strip_icc()/kly-media-production/medias/5420883/original/025765500_1763818036-Rano.jpg)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dengan tegas membantah isu yang menyebutkan banyaknya siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Jakarta ingin pindah sekolah pasca-insiden ledakan bom pada Jumat, 7 November 2025 lalu. Penegasan ini disampaikan Rano Karno pada Sabtu, 22 November 2025, menanggapi kekhawatiran publik dan rumor yang beredar luas di masyarakat.
Rano Karno, yang resmi menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2030, menjelaskan bahwa tidak ada gelombang siswa yang berbondong-bondong ingin meninggalkan SMAN 72 Jakarta. Ia mengakui adanya diskusi dan permohonan pindah dari sebagian orang tua siswa, namun hal tersebut bersifat kasuistik dan spesifik. Permintaan pindah tersebut umumnya datang dari orang tua siswa yang anaknya mengalami kondisi cukup parah akibat ledakan, dengan pertimbangan faktor logistik dan jarak rumah ke sekolah demi memudahkan proses pemulihan kesehatan sang anak. Wakil Gubernur memastikan bahwa jika ada siswa yang memerlukan pindah sekolah karena alasan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap membantu memfasilitasi.
Namun demikian, Rano Karno menegaskan bahwa sebagian besar siswa SMAN 72 Jakarta tetap memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun telah bergerak cepat dengan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing bagi para siswa dan tenaga pendidik yang terdampak. Upaya ini berhasil meyakinkan banyak siswa untuk tetap bertahan di SMAN 72 hingga tamat.
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, terjadi saat berlangsungnya salat Jumat sekitar pukul 12.15 WIB pada 7 November 2025. Peristiwa nahas ini menyebabkan setidaknya 96 orang mengalami luka-luka, mayoritas adalah siswa sekolah. Terduga pelaku, seorang anak berhadapan dengan hukum (ABH) berusia 17 tahun, turut terluka dalam insiden tersebut. Penyelidikan kepolisian mengindikasikan bahwa insiden ini dipicu oleh aksi perundungan atau bullying yang dialami pelaku.
Selain penanganan psikologis, Rano Karno juga telah meninjau langsung kondisi para korban ledakan yang dirawat di rumah sakit, memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia juga berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan di lingkungan sekolah-sekolah di Jakarta untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.