Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Raja Kembar Keraton Surakarta: Salat Jumat Bersama, Sinyal Harmoni di Masjid Agung

2025-11-24 | 03:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T20:27:56Z
Ruang Iklan

Raja Kembar Keraton Surakarta: Salat Jumat Bersama, Sinyal Harmoni di Masjid Agung

Momen langka terjadi di Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Jumat, 21 November 2025, ketika dua tokoh yang sama-sama mengklaim sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV secara bersamaan menunaikan salat Jumat. Kedua figur tersebut adalah Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purbaya dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi, yang juga dikenal sebagai Hangabehi. Meskipun berada dalam satu barisan saf salat, keduanya dilaporkan tidak saling berinteraksi, mencerminkan ketegangan dualisme kepemimpinan yang masih menyelimuti Keraton Surakarta.

KGPH Purbaya tiba di Masjid Agung sekitar pukul 11.05 WIB dengan mengendarai mobil dan didampingi sejumlah kerabat serta abdi dalem. Sementara itu, KGPH Mangkubumi tiba lebih dahulu dengan berjalan kaki dari Keraton yang berjarak sekitar 800 meter, memilih saf paling depan di sisi kiri. KGPH Purbaya kemudian mengambil posisi di belakang imam. Kehadiran mereka bersama dalam ibadah ini menjadi sorotan, mengingat konflik suksesi takhta Keraton Surakarta yang belum usai pasca wafatnya SISKS Pakubuwono XIII pada 2 November 2025.

Dualisme kepemimpinan mencuat setelah Pakubuwono XIII meninggal dunia. KGPH Purbaya, putra bungsu dari mendiang raja, telah dilantik sebagai Pakubuwono XIV pada 15 November 2025, berdasarkan statusnya sebagai putra mahkota yang diangkat sejak Februari 2022. Namun, dua hari sebelumnya, pada 13 November 2025, KGPH Mangkubumi, putra tertua Pakubuwono XIII dari istri kedua, juga dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta. Penobatan ganda ini memperuncing perselisihan internal keluarga keraton.

Usai salat Jumat, perbedaan sikap antara kedua "raja" ini kembali terlihat. KGPH Purbaya meninggalkan masjid lebih dulu dan menyempatkan diri untuk bersilaturahmi di Kantor Takmir Masjid Agung, ditemani oleh Ketua Takmir, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Muhammad Muhtarom. Dalam pertemuan tersebut, Purbaya disebut berdiskusi mengenai manuskrip sejarah dan kondisi masjid. Di sisi lain, KGPH Mangkubumi langsung bergegas meninggalkan masjid tanpa memberikan banyak komentar, menegaskan bahwa kedatangannya murni untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Ia juga menyinggung bahwa Keraton masih dalam suasana berkabung 40 hari setelah mangkatnya Pakubuwono XIII.

Momen salat Jumat ini menjadi yang pertama bagi KGPH Purbaya di Masjid Agung setelah penobatannya sebagai Pakubuwono XIV versi trah Pakubuwono XIII. Sementara itu, bagi KGPH Mangkubumi, ini adalah kali kedua ia menunaikan salat Jumat di lokasi tersebut setelah dikukuhkan sebagai Pakubuwono XIV versi Lembaga Dewan Adat. Kehadiran bersama tanpa interaksi ini menggarisbawahi kompleksitas dan tantangan dalam penyelesaian konflik takhta yang telah berlangsung lama di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.