Pontianak, sebagai ibu kota Kalimantan Barat, semakin mengukuhkan posisinya sebagai titik temu penting dalam kancah diplomasi lintas negara di kawasan Borneo dan Asia Tenggara. Berbagai pertemuan dan inisiatif diplomatik terbaru menunjukkan peningkatan peran strategis kota ini dalam menjembatani kolaborasi regional.
Salah satu peristiwa penting yang menyoroti peran Pontianak adalah penyelenggaraan Borneo Intra-Regional Dialogue (BIRD) 2025 pada Kamis, 30 Oktober 2025. Forum ini menjadi wadah diplomasi bisnis dan kolaborasi lintas batas di Pulau Borneo, yang secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, di Aula Pendopo Gubernur. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat, pengusaha, dan diplomat, termasuk Konsul Malaysia di Pontianak, Encik Azizul Zekri bin Abdul Rahim, serta Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. Gubernur Norsan menekankan bahwa kegiatan ini merefleksikan semangat kolaborasi lintas batas dan tekad Kalimantan Barat untuk berperan sebagai poros ekonomi strategis di Borneo.
Penguatan konektivitas udara juga menjadi fokus utama dalam upaya diplomasi ini. Bandara Supadio Pontianak secara resmi kembali berstatus internasional pada 4 Juni 2025, sebuah langkah yang disambut gembira oleh pemangku kepentingan daerah karena membuka peluang investasi dan pariwisata baru. Gubernur Ria Norsan sendiri telah aktif mengupayakan hal ini melalui pertemuan dengan Konsul Malaysia di Pontianak dan Gubernur Sarawak, Datuk Abang Johari, untuk mendorong pembukaan kembali rute penerbangan langsung Pontianak-Kuching dan Pontianak-Kuala Lumpur.
Hubungan diplomatik yang erat dengan Malaysia, khususnya Sarawak, telah terjalin lama, bahkan sejak pendirian Kantor Konsulat Malaysia di Pontianak pada tahun 1982. Kerja sama ini mencakup sektor sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Diplomasi pariwisata juga dimanfaatkan secara maksimal oleh Pontianak untuk meningkatkan citra kota. Melalui penonjolan keanekaragaman budaya Melayu, Tionghoa, dan Dayak, serta potensi ekowisata, Pontianak berupaya menarik wisatawan domestik maupun internasional. Selain itu, diplomasi akademis juga turut berkontribusi, terlihat dari pertemuan antara Konsul Malaysia di Pontianak dengan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura pada November 2023, serta talkshow mengenai peluang pendidikan internasional yang menghadirkan Konselor Politik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta pada Mei 2024.
Pontianak juga menunjukkan kelayakannya sebagai tuan rumah agenda nasional dan internasional. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyusul penyelenggaraan Silaturahmi Bisnis (Silabis) Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) ke-14 yang dihadiri Wakil Presiden RI, serta BIMP-EAGA Ministerial Meeting pada November 2022. Kinerja ekonomi Kalimantan Barat yang tumbuh 5,59 persen pada triwulan II tahun 2025, tertinggi se-Kalimantan dan mengungguli pertumbuhan nasional, turut mendukung ambisi diplomasi ini. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan transportasi, dengan peningkatan nilai ekspor komoditas utama. Semua indikator ini memperkuat posisi Pontianak sebagai simpul penting dalam interaksi lintas negara dan regional di masa depan.