Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Petani Dompet Dhuafa: Strategi Adaptasi Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem

2025-11-29 | 10:17 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T03:17:31Z
Ruang Iklan

Petani Dompet Dhuafa: Strategi Adaptasi Cerdas Hadapi Cuaca Ekstrem

Dompet Dhuafa, melalui berbagai program pemberdayaan pertaniannya di Jawa Barat, terus mendampingi para petani dhuafa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang semakin tak menentu. Kondisi iklim yang ekstrem, seperti pergeseran pola curah hujan, kenaikan suhu, serta bencana kekeringan dan banjir, telah menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian di provinsi ini, yang berdampak pada siklus tanam, ketersediaan air, hingga serangan hama dan penyakit.

Salah satu inisiatif utama Dompet Dhuafa adalah program "Desa Tani" yang diimplementasikan di berbagai wilayah, termasuk di Lembang, Kabupaten Bandung. Program ini dimulai oleh Dompet Dhuafa Jawa Barat pada Desember 2018 dengan tujuan mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan pertanian sayur hortikultura modern. Petani dari kelompok ekonomi rendah diberdayakan untuk mengelola lahan pertanian melalui skema pendampingan intensif, penyediaan sarana prasarana pertanian, hingga akses pasar.

Kepala Cabang Dompet Dhuafa Jawa Barat, Andriansyah, menjelaskan bahwa program Desa Tani ini menyediakan aset produksi, menyewakan lahan, memberikan saprodi (sarana produksi pertanian), dan memperkenalkan sistem Smart Farming atau teknologi pertanian digital. Pendampingan juga meliputi riset, literasi keuangan, dan motivasi, dengan tujuan agar petani dapat mandiri dan sejahtera. Desa Tani di Lembang, misalnya, telah berkembang dari pertanian konvensional lahan terbuka menjadi konsep greenhouse (rumah kaca), yang merupakan salah satu adaptasi untuk melindungi tanaman dari fluktuasi cuaca. Pada awal berdiri, Desa Tani memiliki luas lahan 1,2 hektare dengan 12 penerima manfaat, dan kini telah meningkat menjadi 2,8 hektare dengan total 52 penerima manfaat. Petani yang sebelumnya berpenghasilan minim, kini mampu mencapai penghasilan antara Rp2,4 juta hingga Rp6 juta per bulan.

Cuaca ekstrem telah berulang kali memicu bencana di berbagai daerah di Jawa Barat, mulai dari banjir bandang di Kabupaten Bandung akibat luapan Sungai Citarum pada Januari 2024 yang merendam ratusan rumah, hingga banjir di Kabupaten Bekasi pada Maret 2025 yang merusak 200 hektare sawah. Kekeringan juga menjadi ancaman serius, seperti yang terjadi di Kabupaten Bandung pada tahun 2019, yang menyebabkan Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) mendistribusikan lebih dari 100 ribu liter air bersih ke Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Bandung. Tim DMC Dompet Dhuafa juga aktif dalam upaya evakuasi dan penyaluran bantuan saat terjadi banjir dan longsor, seperti di Sukabumi.

Meskipun laporan spesifik mengenai perjuangan individu petani binaan Dompet Dhuafa di Jawa Barat melawan cuaca ekstrem dalam artikel berita belum secara rinci terungkap dalam penelusuran terkini, upaya-upaya Dompet Dhuafa dalam membekali petani dengan pengetahuan, teknologi, dan infrastruktur yang lebih baik, seperti greenhouse dan smart farming, merupakan bentuk perjuangan adaptasi yang nyata. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih tahan terhadap perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian mereka. Program-program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan penghasilan, tetapi juga membentuk kemandirian dan ketahanan masyarakat petani dalam menghadapi ketidakpastian alam.