Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Petaka Abu Semeru di Jembatan Perak: Pasutri Tergelincir Tragis

2025-11-24 | 03:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T20:40:42Z
Ruang Iklan

Petaka Abu Semeru di Jembatan Perak: Pasutri Tergelincir Tragis

Abu panas guguran (APG) Gunung Semeru menelan korban. Sepasang suami istri (pasutri) asal Kediri tergelincir dan mengalami luka bakar saat melintasi Jembatan Perak, Lumajang, pada Rabu, 19 November 2025. Insiden ini terjadi ketika aktivitas erupsi Gunung Semeru meningkat signifikan, memicu luncuran awan panas.

Korban teridentifikasi sebagai Haryono, 48 atau 49 tahun, dan Normawati, 42 tahun, warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Menurut keterangan, keduanya mengendarai sepeda motor dan nekat melintas di Jembatan Besuk Kobokan, yang juga dikenal sebagai Gladak Perak, tanpa mengetahui adanya erupsi Gunung Semeru saat itu. Kondisi jembatan yang licin dan tertutup abu panas menyebabkan mereka kehilangan kendali dan terjatuh.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka bakar serius, mencapai sekitar 20 persen pada bagian lengan dan wajah mereka. Mereka segera mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Candipuro sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pasirian di Lumajang untuk perawatan medis yang lebih intensif.

Erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 tercatat sebagai salah satu letusan terbesar dalam dua tahun terakhir, dengan awan panas guguran meluncur sejauh 13 kilometer ke arah Besuk Kobokan dan Kali Lengkong. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas) pada hari yang sama. Sebelumnya, Gunung Semeru juga sempat mengalami erupsi pada awal November 2025.

Ex Officio BPBD Lumajang, Agus Triyono, menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan kepatuhan terhadap imbauan evakuasi serta menghindari zona berbahaya. Pemerintah daerah juga memperketat mobilitas warga di kawasan terdampak untuk mencegah insiden serupa. Kondisi Jembatan Gladak Perak sendiri sempat gelap gulita dan tertutup abu tebal hingga lima sentimeter, yang menghambat jarak pandang dan membuat jalan sangat licin dan berbahaya. Hingga Sabtu, 22 November 2025, upaya pembersihan material vulkanik masih terus dilakukan, meskipun terkendala sumber air yang jauh. Akses jembatan dilaporkan mulai membaik pada Sabtu, 22 November 2025, namun masyarakat diimbau untuk tetap waspada.