:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421482/original/040793500_1763909185-1000781516.jpg)
Seorang pria di salah satu kota di Sumatera diamankan pihak kepolisian setelah nekat mencuri 15 unit ponsel pintar canggih dari toko milik istrinya sendiri. Aksi mengejutkan ini, yang diakui pelaku sebagai upaya membuktikan cintanya, telah menimbulkan kerugian fantastis dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.
Peristiwa pencurian ini terungkap setelah sang istri, pemilik toko, melaporkan hilangnya sejumlah besar ponsel dari etalase. Setelah penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelakunya, yang ternyata adalah suami sah dari pelapor. Menurut keterangan yang diperoleh dari kepolisian, pelaku mengaku melakukan pencurian tersebut karena ingin menunjukkan kesungguhan cintanya kepada sang istri, yang disebut-sebut sedang menghadapi tekanan finansial atau membutuhkan modal usaha. Motif unik semacam ini, di mana tindakan kriminal dilatarbelakangi alasan personal seperti cinta, bukanlah hal baru dalam catatan kepolisian di Indonesia.
Total kerugian yang dialami toko tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp375 juta. Perkiraan ini didasarkan pada harga satu unit ponsel pintar premium seperti iPhone 15 Pro Max, yang saat ini di Indonesia dibanderol mulai dari sekitar Rp22.999.000 hingga Rp24.999.000 untuk varian 256GB. Dengan 15 unit dicuri, kerugian materiil tentu sangat besar bagi bisnis sang istri.
Pihak berwenang kini tengah mendalami kasus ini, termasuk motif sebenarnya di balik perbuatan nekat tersebut serta kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi. Kasus pencurian ini akan diproses sesuai hukum pidana yang berlaku. Di Sumatera sendiri, penanganan kasus pencurian dapat melibatkan berbagai tahapan hukum, mulai dari penyelidikan hingga penetapan vonis, bahkan ada preseden penerapan keadilan restoratif dalam kasus pencurian ponsel yang berakhir dengan vonis empat bulan penjara, seperti yang terjadi di PN Lahat. Pelaku kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum, terlepas dari klaim motif cintanya.