Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Perburuan Sengit 10 Dalang Tawuran Makassar: Polisi Pastikan Tak Ada Tidur Tenang Bagi Provokator

2025-11-23 | 13:48 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T06:48:08Z
Ruang Iklan

Perburuan Sengit 10 Dalang Tawuran Makassar: Polisi Pastikan Tak Ada Tidur Tenang Bagi Provokator

Aparat kepolisian terus memburu sepuluh orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga kuat sebagai provokator utama di balik serangkaian tawuran antarwarga di Makassar. Mereka diyakini bertanggung jawab atas penggunaan busur panah dan aksi pembakaran belasan rumah warga di Lorong Borta. Pelaksana Harian (Plh) Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Muhammad Ridwan, menegaskan komitmennya untuk mengejar para pelaku hingga mereka tidak dapat hidup tenang. "Kami konsisten, semua pelaku kejahatan bakal tidak enak tidurnya dan tidak enak hidupnya di Sulsel, ke mana pun larinya akan kami kejar," tegas Ridwan.

Kondisi di Kampung Sapiria dan Lorong Borta, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, kini berangsur kondusif setelah ketegangan memuncak dalam beberapa hari terakhir. Konflik ini dipicu oleh tewasnya seorang warga bernama Nursam Sutte alias Civas (40) pada Minggu, 16 November 2025, yang terkena peluru senapan angin saat tawuran. Kericuhan besar kembali pecah pada Selasa, 18 November 2025, yang berujung pada pembakaran 13 rumah warga.

Sebagai respons, aparat gabungan TNI dan Polri telah mendirikan lima posko pengamanan sementara di titik-titik rawan di kawasan Kampung Sapiria dan Lorong Borta, dengan menyiagakan 250 personel Polri dan 100 personel TNI. Selain itu, Plh Kapolrestabes Makassar juga memastikan bahwa operasi penyisiran dan penggeledahan telah dilakukan di sejumlah tempat. Dalam operasi pada Rabu malam, 19 November 2025, delapan pemuda berhasil diamankan karena kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu, tembakau sintetis, dan obat daftar G. Polisi juga telah menangkap satu pelaku penembakan yang memicu tawuran tersebut.

Pemerintah Kota Makassar telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memberikan bantuan perbaikan rumah bagi para korban kebakaran dan menyalurkan bantuan makanan kepada warga yang terdampak. Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel juga telah diperintahkan untuk turun tangan langsung mengusut tuntas kasus ini dan memburu para pelaku pembakaran. Kepolisian bertekad tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan untuk kembali menyulut konflik di wilayah tersebut.