Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Gempa M 4,8 Hantam Tarakan, RS dan Bandara Tak Luput dari Kerusakan

2025-11-23 | 13:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T06:54:29Z
Ruang Iklan

Gempa M 4,8 Hantam Tarakan, RS dan Bandara Tak Luput dari Kerusakan

Tarakan diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 pada Rabu, 5 November 2025, pukul 17.37 WIB, menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk rumah sakit dan bandara. Pusat gempa terletak di laut, sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, pada kedalaman 10 kilometer, dengan koordinat 3.33 Lintang Utara dan 117.82 Bujur Timur. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama kurang lebih lima detik di wilayah Kota Tarakan, khususnya di Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Rejo, dan Kelurahan Mamburungan. Getaran tersebut menyebabkan sebagian masyarakat yang berada di pusat perbelanjaan merasakan guncangan dengan jelas dan berhamburan keluar dari gedung untuk menyelamatkan diri, memicu kepanikan di beberapa titik kota.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, dampak gempa ini meliputi kerusakan pada dua unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, serta tiga pusat perbelanjaan yang terdampak. Selain itu, satu fasilitas kesehatan, yakni RS Yusuf SK, juga mengalami dampak akibat guncangan gempa, yang menyebabkan pasien di rumah sakit tersebut dievakuasi ke luar gedung guna menghindari potensi bahaya jika terjadi gempa susulan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak adalah Bandara Juwata Tarakan.

Sebagai langkah tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan telah melakukan monitoring pascagempa dan berkoordinasi dengan BMKG Kota Tarakan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat proses pendataan dan penilaian kerusakan. Hingga saat ini, BPBD Kota Tarakan masih terus melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan. Laporan asesmen terbaru pada 19 November 2025, mencatat total 92 rumah dan bangunan lainnya mengalami kerusakan akibat gempa pada 5 dan 8 November, dengan rincian 43 rumah rusak sedang, 36 rusak ringan, dan 13 rusak berat.

BNPB mengimbau kepada masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak dan memastikan tempat tinggalnya aman sebelum kembali ke dalam rumah. BNPB juga mendorong masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB terkait perkembangan situasi. Meski ada kerusakan, persyaratan untuk penetapan status darurat belum bisa dipenuhi karena tidak ada korban jiwa dan luas kerusakan yang bersifat parsial, serta tidak adanya jumlah pengungsi yang memengaruhi kehidupan masyarakat secara luas.