:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425410/original/094220100_1764225730-Korban_Luka_Semeru.jpeg)
Dua warga yang menjadi korban luka bakar akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan menunjukkan perkembangan kesehatan yang signifikan. Keduanya kini telah dipindahkan ke ruang rawat inap biasa setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Lumajang, dr. Rosidyah, mengonfirmasi bahwa seluruh prosedur penanganan medis telah dilakukan sesuai standar pelayanan, sehingga kondisi keduanya membaik secara bertahap. Proses pemulihan mereka berlangsung stabil dan terus dipantau oleh tim medis.
Perawatan luka bakar dilakukan dua kali sehari di ruang operasi, meliputi pembersihan dan perawatan rutin. Secara umum, respons penyembuhan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Meskipun demikian, tim medis masih menilai kondisi luka bakar kedua korban yang masih dalam fase basah, membutuhkan penanganan khusus untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses pengeringan.
Salah satu korban perempuan juga sempat mengalami iritasi pada mukosa saluran pernapasan akibat paparan panas dan debu dari Awan Panas Guguran (APG). Kondisi tersebut kini telah tertangani dan menunjukkan tren perbaikan yang baik. Dr. Rosidyah menekankan bahwa yang terpenting, kedua korban terus memberikan respons positif terhadap seluruh penanganan yang diberikan, dan pemantauan dilakukan secara ketat hingga proses penyembuhan benar-benar optimal.
Sebelumnya, ketiga korban, termasuk pasangan suami istri Normawati (42) dan Hariyono (49) yang mengalami luka bakar tingkat 2, serta Dimas (50) dengan luka bakar tingkat 1, dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Perkembangan ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penanganan medis terhadap dampak erupsi Semeru.