Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Duka Mendalam Sumbar: Banjir Longsor Renggut 9 Nyawa, Tim SAR Gencar Cari Korban Hilang

2025-11-27 | 16:17 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T09:17:19Z
Ruang Iklan

Duka Mendalam Sumbar: Banjir Longsor Renggut 9 Nyawa, Tim SAR Gencar Cari Korban Hilang

Banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat terus menimbulkan dampak serius, dengan data terbaru pada Kamis (27/11/2025) siang menunjukkan sembilan orang meninggal dunia. Jumlah korban jiwa ini berpotensi bertambah mengingat proses pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia tersebar di tiga wilayah. Satu korban ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat, tiga di Kabupaten Agam, dan lima lainnya di Kota Padang. Khusus di kawasan Malalak Timur, Kabupaten Agam, tiga korban telah ditemukan meninggal dunia, sementara dua warga lainnya masih dalam pencarian.

Bencana hidrometeorologi ini telah meluas ke 13 kabupaten dan kota di Sumatera Barat, meliputi Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Solok, Padang Panjang, Limapuluh Kota, dan Pasaman. Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir, sementara Kabupaten Agam paling parah akibat longsor. Kota Padang juga mengalami banjir di tujuh kecamatan.

Dampak bencana tidak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan akses vital antar wilayah. Jalan Padang-Bukittinggi, Padang-Solok, dan kawasan Malalo dilaporkan tertutup total akibat material longsor dan banjir. Selain itu, sejumlah infrastruktur juga mengalami kerusakan, termasuk Jembatan Gunung Nago di Kota Padang yang hanyut terbawa arus. Di Kabupaten Agam, sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK) telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 25 November hingga 8 Desember 2025. BPBD Sumatera Barat bersama Basarnas, TNI-Polri, pemerintah daerah, dan relawan terus mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi, pendataan kerusakan, serta pencarian korban yang hingga kini belum ditemukan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau turut mengimbau masyarakat Sumatera Barat untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga 29 November 2025, dipicu oleh bibit siklon tropis 95B yang terpantau di Selat Malaka, menyebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang.