:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426035/original/009461300_1764249751-1001244567.jpg)
Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun berinisial R atau RF, mengalami luka serius dengan tengkorak retak setelah menjadi korban peluru nyasar di Kompleks Bonewa Estate, Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Insiden nahas ini terjadi pada Sabtu sore, 22 November 2025, sekitar pukul 15.30 Wita, saat korban tengah asyik bermain telepon genggam bersama sepupunya di depan rumahnya.
Menurut keterangan ibu korban, Fitriani, sebelum kejadian, anaknya sempat mendengar dua kali suara tembakan dari kejauhan. Tiba-tiba, peluru mengenai bagian jidat R dan bersarang di tengkoraknya. Awalnya, Fitriani tidak menyadari anaknya terkena peluru hingga kakaknya melihat kepala R sudah berlumuran darah. Setelah diperiksa di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa peluru tersebut tertancap di tengkorak dan menyebabkan retak pada tulang tengkorak korban.
Pemeriksaan medis lebih lanjut menunjukkan bahwa peluru yang mengenai R adalah jenis peluru senapan angin, dengan kaliber 0,5 milimeter. Diduga, peluru tersebut berasal dari senapan angin modifikasi atau senapan angin yang digunakan untuk menembak burung. Fitriani juga menuturkan bahwa ada warga yang melihat dua orang tak dikenal masuk ke area perumahan dengan membawa senapan angin panjang.
Peristiwa ini dilaporkan ke pihak kepolisian pada Minggu, 23 November 2025. Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa, Ipda Agus, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa tim kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi pelaku penembakan. Polisi masih mendalami kasus ini dan berupaya mengidentifikasi beberapa orang yang diduga terlibat. Korban sempat harus menjalani operasi ringan untuk mengeluarkan peluru dari dahinya. Keluarga korban sempat terkendala biaya untuk pemeriksaan CT scan lanjutan.