Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pakubuwono XIV Resmikan Kabinet Modern Keraton Solo, Integrasikan Keamanan dan Teknologi Digital

2025-11-27 | 15:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T08:57:59Z
Ruang Iklan

Pakubuwono XIV Resmikan Kabinet Modern Keraton Solo, Integrasikan Keamanan dan Teknologi Digital

SOLO—Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono (PB) XIV Hamangkunegoro secara resmi meresmikan susunan Bebadan atau kabinet pemerintahan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Rabu, 26 November 2025. Peresmian ini menandai langkah perdana putra bungsu mendiang PB XIII tersebut dalam membentuk struktur pemerintahannya sejak penobatannya sebagai raja pada 15 November 2025 lalu.

Upacara pengukuhan kabinet berlangsung khidmat di Sasana Parasedya dan Sasana Handrawina, kompleks Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam kesempatan itu, PB XIV Hamangkunegoro membuat sejumlah sistem baru, termasuk penandatanganan berita acara pengukuhan. Pengangeng Sasana Wilapa, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan bahwa prosesi dimulai dengan pengucapan sumpah jabatan dan penyampaian dawuh dalem (titah raja) oleh PB XIV di Sasana Parasedya. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama anggota bebadan di Sasana Handrawina, untuk memperkenalkan mereka kepada abdi dalem dan masyarakat.

Kabinet baru ini menghadirkan sejumlah inovasi, termasuk pembentukan dua bebadan baru, yakni Bebadan Keamanan dan Panitiradya Dokumentasi serta Teknologi Informasi (IT). Bebadan Keamanan diperkuat oleh Satuan Tugas (Satgas) Jaga KSH, sementara Panitiradya Dokumentasi dan IT akan mengurusi digitalisasi dan arsip keraton. Selain itu, dibentuk pula posisi staf khusus PB XIV untuk memperkuat hubungan eksternal keraton dengan pihak luar.

Yang berbeda dari masa kepemimpinan sebelumnya adalah penetapan masa kerja bebadan yang kini dibatasi selama lima tahun, berbeda dengan era PB XIII yang menetapkan jabatan seumur hidup. GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menjelaskan bahwa pembatasan periode lima tahunan ini diperlukan sebagai bentuk penyegaran dan untuk mendorong setiap pengemban tugas agar bekerja lebih optimal dan profesional.

Struktur bebadan yang baru ini disusun secara matang dengan menggabungkan unsur tradisional, akademik, profesional, dan kepakaran lintas disiplin. Para sesepuh dan tokoh adat juga ditempatkan dalam jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama raja, menunjukkan penghormatan mendalam terhadap kearifan lokal. Turut hadir dalam pengukuhan ini adalah ibunda PB XIV, GKR Ageng Pakubuwono, serta ketiga kakak perempuannya, GKR Panembahan Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, GKR Anom Sekar Jati (Gusti Ratu Devi), dan GKR Sekar Kirono (Gusti Ratu Ratih), yang beberapa di antaranya menempati posisi penting dalam struktur bebadan baru.

Setelah pengukuhan ini, Keraton Surakarta akan mengirimkan surat pemberitahuan resmi mengenai struktur kelembagaan baru tersebut kepada Presiden, MPR, DPR, Gubernur Jawa Tengah, hingga Wali Kota Solo. Langkah ini menjadi simbol bahwa Keraton Surakarta kini memiliki kepengurusan yang sah dan bertugas di bawah PB XIV. Pembentukan bebadan baru ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola, memulihkan marwah keraton, serta menegaskan Keraton Solo sebagai pusat peradaban Jawa yang adaptif, hidup, berwibawa, dan berorientasi masa depan.